Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBerita

Warga BCP Kelurahan Serang Banten Pawai Obor Semarakkan Peringatan 1 Muharram 1448 H

3
×

Warga BCP Kelurahan Serang Banten Pawai Obor Semarakkan Peringatan 1 Muharram 1448 H

Sebarkan artikel ini
Warga Komplek Bumi Ciracas Permai (BCP) Kelurahan Serang, Kecamatan Serang, Kota Serang, Provinsi Banten, merayakan pergantian tahun baru Islam dengan pawai obor yang penuh semangat. (Foto : Daeng Yusvin)

Triberita.com | Serang Banten – Warga Komplek Bumi Ciracas Permai (BCP) Kelurahan Serang, Kecamatan Serang, Kota Serang, Provinsi Banten, tumpah ruah dalam peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah dengan tradisi berjalan berkeliling lingkungan sambil membawa obor api untuk menyambut Tahun Baru Hijriah.

Obor, sering dianggap sebagai simbol cahaya yang menerangi kegelapan. Dalam konteks Tahun Baru Islam, pawai obor dapat melambangkan harapan untuk sebuah tahun yang penuh terang, kebahagiaan, dan keberkahan.

Perayaan Tahun Baru Islam, juga dapat diartikan sebagai awal dari suatu perjalanan baru. Pawai obor bisa menjadi metafora ketabahan dan semangat untuk memasuki tahun baru dengan tekad yang kuat dan semangat yang membara.

Kegiatan pawai obor beserta doa dan dzikir yang dilakukan Warga Komplek Bumi Ciracas Permai (BCP) Kelurahan Serang, pada Senin (15/6/2026) malam itu, bertujuan menanamkan nilai kebersamaan, dan merayakan tahun baru dengan suka cita.

Sekitar seratusan warga dari Rt 01, Rt 02 dan Rt 03, dengan penuh antusias menyambut 1 Muharam 1448 H dengan menggelar pawai obor keliling Perumahan Komplek BCP.

Pawai obor dimulai pada pukul 19.30 WIB dari depan Masjid AT-Taqwa dengan berjalan kaki mengitari komplek perumahan warga BCP hingga Perumahan Komplek Cacat Veteran dan berakhir di titik awal keberangkatan.

Sepanjang perjalanan, para peserta yang terdiri dari anak-anak hingga dewasa dan orangtua, tampak khusyuk sembari melantunkan selawat, menciptakan pemandangan yang hangat di tengah gelapnya malam.

Ketua Pelaksana Hari Besar Islam (PHBI) Rw 010 Ciracas, Kelurahan Serang, Bp Rusmawan menyampaikan, bahwa tradisi pawai obor ini merupakan agenda rutin tahunan untuk mempererat silaturahmi antarwarga.

Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi generasi muda mengenai pentingnya nilai-nilai keislaman dalam menyambut tahun baru Hijriah.

Baca Juga :  Part 3, Menelisik Aneka Modus "Penimbunan" BBM Bersubsidi

Meski dilaksanakan di malam hari, kegiatan pawai berjalan dengan tertib dan lancar. Antusiasme warga yang tinggi, menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya dan religius masih terjaga kuat di tengah warga masyarakat Rw 010 Komplek Bumi Ciracas Permai (BCP) Kelurahan Serang.

Disampaikan Rusmawan selaku Ketua Pelaksana Hari Besar Islam (PHBI) Rw 010 Ciracas didampingi Sekertaris Taufikurrohman, selain pawai obor, juga akan dilaksanakan Sunatan Massal dan Santunan bagi Anak-Anak Yatim.

“Insya Allah, selain pawai obor, PHBI juga akan melaksanakan sunatan massal dan santunan untuk anak-anak Yatim, pada hari Sabtu (20/6/2026) pagi, pukul 07.30 WIB, bertempat di Masjid AT-TAQWA. Mohon bantuan Doa agar kegiatannya dapat berlangsung dengan aman dan lancar,” ujar Rusmawan didampingi Ketua Rw 010, Bp H Oyok Jaelani dan Ketua DKM Bp Afnani.

Sejarah Penetapan Tahun Baru Islam

Dikutip dari laman resmi MUI, penentuan awal Tahun Baru Islam, diprakarsai oleh Khalifah Umar bin Khattab dengan persetujuan Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib.

Sayyidina Umar, memutuskan untuk memulai tahun Hijriah saat hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah atas usulan dan rekomendasi Sayyidina Utsman dan Ali bin Abi Thalib.

Diketahui, penetapan awal penanggalan Hijriah atau awal Tahun Baru Islam itu merujuk pada peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Kota Makkah ke Madinah yang terjadi pada tahun 622 Masehi.

Hari itu, juga ditetapkan sebagai hari pertama dalam penanggalan Hijriah atau kalender Islam yakni 1 Muharram 1 Hijriah.

Selain itu, bulan Muharram juga dipilih sebagai bulan pertama dalam penanggalan Hijriah. Penanggalan Hijriah atau Tahun Baru Islam disebut juga penanggalan qamariah yang berpatokan pada rotasi bulan.

Tahun Baru Islam, diperingati setiap 1 Muharram dalam kalender Hijriah. Di Indonesia, momen ini tidak hanya dirayakan sebagai pergantian tahun dalam Islam, tetapi juga lekat dengan berbagai tradisi budaya di daerah.

Baca Juga :  Hujan Petir di Serang Banten dan Mayoritas Wilayah Indonesia, BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 2,5–4 Meter

Setiap daerah memiliki cara berbeda dalam menyambut Tahun Baru Islam. Ada yang merayakannya dengan pawai obor, membuat makanan bersama, menggelar ziarah, hingga mengadakan arak-arakan adat.

Api obor yang menyala, sering dimaknai sebagai simbol harapan baru, semangat hijrah, dan cahaya untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Facebook Comments