Scroll untuk baca artikel
Banten Raya

2 Mayat Nelayan Ditemukan Mengapung di Pantai Pandeglang dan Lebak Banten

389
×

2 Mayat Nelayan Ditemukan Mengapung di Pantai Pandeglang dan Lebak Banten

Sebarkan artikel ini
Dua anggota Balawista sedang berusaha untuk meraih tubuh korban atau jenazah Hamim yang masih mengapung di perairan pantai Goa Sarah. (Foto : tangkap layar)

Triberita.com | Serang Banten – Mayat seorang laki-laki yang hanya mengenakan pendek warna, ditemukan warga nelayan di pesisir Pantai Rancecet, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, pada Kamis (5/9/2024) siang.

Mayat hanya mengenakan celana merah dan tanpa identitas pertamakali ditemukan oleh Nelayan Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, mengapung di pesisir Pantai Rancecet. Kondisi mayat, sudah membengkak dan mulai berbau busuk, Kamis (5/9/2024).

Even selaku Kepala Desa Rancapinang mengatakan, mendapatkan laporan dari nelayan bahwa ada sesosok mayat pria yang ditemukan mengapung, pada lokasi sekitar 50 meter dari bibir Pantai Rancecet.

“Infomasi ke saya, bahwa ada mayat di pantai. Selanjutnya, saya langsung meluncur ke lokasi, dan pada saat sampai di lokasi, masyarakat sekitar sudah berkumpul. Kemudian mayat tersebut kami tarik kepinggir menggunakan perahu,” ujar Efan.

Ketua Balawista Kabupaten Lebak A. Erwin Komara Sukma. (Foto : Balawista)

“Korban hanya mengenakan celana pendek warna merah tanpa menggunakan pakaian. Sedangkan untuk ciri-ciri, korban berjanggut jarang dan tidak ada ciri khusus lainnya. Ditemukan sekitar pukul 13.30 WIB dan ketemunya di tengah laut, atau sekitar 50 meter dari bibir pantai,” terangnya.

Dengan temuan mayat itu, Efan mengaku langsung melakukan koordinasi dengan beberapa pihak untuk mencari informasi tentang identitas korban.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban merupakan warga Sukabumi yang sudah hilang sekitar 1 minggu dan saat ini sedang dalam pencarian Basarnas.

“Saya juga mencari informasi ke pihak kepolisian, Basarnas, Pos angkatan laut, Satpolair dan sekitar pukul 17.00 langsung diangkut ke Polsek Cimanggu. Informasinya bahwa mayat tersebut ternyata sedang dicari oleh Basarnas Sukabumi, jadi korban itu orang Sukabumi dan keluarganya pun sedang dalam perjalanan kesini, kalau identitasnya saya tidak tahu,” ujarnya.

Baca Juga :  Warga Pandeglang Digegerkan dengan Penemuan Mayat Bayi di Rumah Kontrakan

Efan mengaku sempat memerintahkan pada warga menggali kuburan untuk korban, namun niat itu diurungkan lantaran ada informasi, bahwa korban sedang dicari oleh Basarnas Sukabumi.

“Infomasi korban sudah dicari selama 1 Minggu oleh Basarnas Sukabumi, makanya badan korban sudah membengkak. Awalnya kami mau gali kubur tapi setelah itu ada yang memberi tahu bahwa Basarnas Sukabumi sedang mencari korban,” tutupnya.

Diketahui, korban merupakan korban kecelakaan kapal man over board (MOB) yang terjadi di Perairan Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada 3 September 2024, lalu.

Korban bernama Agus Sopian (45), warga Tanjung RT 003/001, Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat yang terjatuh dari kapal KM Bahari Ekspres 01, memiliki ciri-ciri yang sesuai dengan penemuan mayat tersebut.

Sementara di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, dengan waktu yang bersamaan, nelayan pencari rumput laut bernama Hamim, hanyut terbawa ombak sejak empat hari yang lalu, dan ditemukan sudah tidak bernyawa, pada Kamis (5/9/2024) siang, sekira pukul 13.00 WIB.

Sebelumnya, Hamim (38), warga Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, seorang nelayan pencari rumput laut hanyut di pantai karang Goa Langir, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak.

Jenazah Hamim di temukan tidak jauh dari tempat kejadian hanyut, tepatnya di pantai karang Goa Sarah Desa Sawarna, Kecamatan Bayah.

“Jam 12 siang air laut mulai surut, beberapa masyarakat dan juga Anggota Balawista yang sedang menyisir di kawasan Pantai Goa Sarah, tiba-tiba melihat kemunculan benda di tengah laut. Setelah diawasi ternyata mayat,” ujar Ketua Balawista Kabupaten Lebak A. Erwin Komara Sukma.

Tidak lama berselang, lanjut Komara, mayat sedikit demi sedikit ke pinggir dan selanjutnya warga yang berjaga, berenang mengevakuasi jenazah korban ke darat di bantu oleh warga lainnya, dan langsung dibawa ke rumah duka,” terang A. Erwin Komara Sukma.

Baca Juga :  Soal Ganjar Pranowo Capres, ini pesan khusus Mantan Ajudan Presiden RI Bung Karno sebagai pembina Ormas Kombatan

Sebelumnya, Kantor Badan Pencarian dan Pertolongan atau SAR Nasional (Basarnas) Banten, sedang melakukan upaya pencarian seorang nelayan Kabupaten Lebak yang dikabarkan hilang akibat terseret ombak di Pantai Goa Langir, pada Senin (2/9/2024) sekitar pukul 11.00 WIB.

Menurut Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, peristiwa kecelakaan laut berawal dari dua nelayan yang sedang mengambil rumput agar- agar di sekitaran tebing karang di kawasan Pantai Goa Langir, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, pada Senin (2/9/2024).

Namun, tiba-tiba kedua nelayan itu diterjang gelombang tinggi, dan satu nelayan yang bisa menyelamatkan diri bernama Sudin. Sedangkan korban Hamim, menghilang terseret ombak ke tengah laut dan tenggelam.

Memperoleh informasi ada satu nelayan menghilang, masyarakat setempat kemudian secara bersama-sama berupaya mencari korban, tetapi nihil.

Ketua Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Lebak Erwin, melaporkan kejadian laka laut itu, pukul 13.30 WIB ke Kantor Basarnas Banten.

Selanjutnya, setelah menerima laporan, Basarnas memberangkatkan tim Unit Siaga SAR Lebak dengan dilengkapi Palsar Air.

Facebook Comments