Triberita.com | Banten – Bertepatan dengan libur panjang Hari Kenaikan Yesus Kristus, pada Kamis (29/5/2025) dan cuti bersama, pada Jumat (30/5/2025), dan akhir pekan tentu menjadi waktu terbaik untuk mengunjungi tempat-tempat wisata seru, terutama di masa libur panjang di akhir pekan kali ini.
Provinsi Banten dapat menjadi opsi destinasi wisata untuk dikunjungi. Provinsi paling barat Pulau Jawa ini, memiliki banyak tempat wisata yang menawarkan keindahan alam, tempat sejarah dan budaya, serta kuliner yang lezat dan unik.
Pesonanya sudah terbukti lewat angka kunjungan wisatawan domestik ke sejumlah Pantai destinasi terpopuler di Banten, yang melonjak drastis.

Berikut 8 rekomendasi liburan yang seru di akhir pekan bersama keluarga;
Pantai Tanjung Lesung
Tanjung Lesung, sebuah pantai terintegrasi yang terletak di ujung barat Jawa, Kabupaten Pandeglang, Banten, berjarak sekitar 95 km dari Kota Serang.
Dinamakan Tanjung Lesung, karena bentuknya yang mirip dengan lesung, wadah untuk menumbuk nasi dalam Bahasa Sunda.
Tanjung Lesung menawarkan tempat rekreasi dan resor yang menghadap ke Gunung Anak Krakatau, satu-satunya peninggalan dari Gunung Krakatau yang melegenda.
Tanjung Lesung memiliki panjang bibir pantai sekitar 15 km dengan luas area seluas 1.500 hektare.
Di Tanjung Lesung, wisatawan dapat menikmati keindahan hamparan pasir putih lembut, tanaman hijau subur, air biru yang jernih, serta angin tropis yang segar bertiup di sekitar pantai.
Terdapat beragam aktivitas yang bisa dicoba, mulai dari bermain voli pantai, berselancar, naik perahu motor, hingga snorkeling dan diving untuk menikmati keindahan terumbu karang dan ikan berwarna-warni.
Anda juga dapat mencicipi kuliner lokal, seperti sate bandeng, rabeg banten, dan nasi uduk empal.
Pada saat matahari terbenam, Anda dapat menikmati pertunjukan seni Banten yang spektakuler seperti tarian api, debus, pertunjukan musik tradisional, dan budaya lainnya.
Taman Nasional Ujung Kulon
Taman Nasional Ujung Kulon, adalah sebuah Kawasan Taman Nasional yang terletak di ujung paling barat pulau Jawa, tepatnya di kecamatan Sumur dan Cimanggu Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten.
Dilansir dari laman Dinas Pariwisata Provinsi Banten, luas Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon adalah 122.956 Ha, dan 44.337 Ha dari keseluruhan luas Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon merupakan perairan.
Pada 1 Februari 1992, Komisi Warisan Dunia UNESCO menetapkan Taman Nasional Ujung Kulon sebagai Natural World Heritage Site.
Taman Nasional Ujung Kulon juga merupakan rumah bagi Badak Jawa yang sangat terkenal dan terancam punah.
Alamnya yang terjaga, vegetasi yang tumbuh dengan bebas serta pantainya yang indah membuat anda akan melupakan kepenatan aktivitas sehari-hari. Anda bahkan dapat melihat satwa-satwa liar yang hidup dengan bebas.
Beberapa wilayah yang biasa dikunjungi oleh wisatawan di Kawasan Nasional Ujung Kulon adalah Gunung Honje, Semenanjung Ujung Kulon, Pulau Peucang, Pulau Handeleum dan Pulau Panaitan.
Anda dapat melakukan kegiatan seperti berkemah, penelusuran hutan, wild life viewing, menyelam, snorkeling, bersampan, berselancar dan memancing.
Pulau Peucang
Pulau Peucang merupakan pulau yang berlokasi di selat Panaitan Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten atau sebelah barat Taman Nasional Ujung Kulon.
Pulau ini, juga diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, bersama dengan Pulau Panaitan dan Pulau Handeuleum.
Nama Pulau Peucang diambil dari hewan sejenis siput yang banyak di temui di pulau ini. Namun versi lainnya ada yang menyebutkan, Peucang merupakan istilah bahasa Sunda untuk hewan sejenis kancil.
Pulau Peucang memiliki lahan seluas 450 hektar yang terbagi dalam hutan dan wilayah pantai.
Hutan di sini masih berbentuk hutan primer. Artinya, hutan di pulau ini masih alami, bukan hutan yang pepohonannya ditanami manusia, begitu pun dengan hewan yang berada di sini.
Wisatawan akan melihat langsung lebih dekat fauna asli Taman Nasional ujung Kulon di Pulau Peucang.
Hewan-hewan seperti rusa, kera, hingga babi hutan sangat mudah terlihat oleh wisatawan di pulau ini. Bahkan hewan-hewan ini hilir mudik seakan tidak terganggu dengan keberadaan manusia.
Begitu juga dengan pantainya. Pasir putih dengan karakteristiknya yang lembut, merupakan hiasan yang ditawarkan pantai di Pulau Peucang.
Airnya dihiasi dengan gradasi warna biru muda di tepi dan biru tua pada bagian tengah. Keindahan warna-warna air ini seakan menghasut wisatawan untuk langsung merasakannya.
Obyek Wisata Alam yang dinikmati di pulau inipun, antara tracking ke karang copong, berenang, snorkeling, dan menyelam kedasar laut.
Para wisatawan, juga dapat melihat atau mengamati satwa liar dengan menyebrang ke Padang Pengembalan Cidaon yang memakan watu ± 15 menit dengan menggunakan boat kecil yang berkapasitas 6 (enam) orang.
Di Cidaon kita dapat mengamati atraksi satwa seperti banteng, merak, rusa, dan babi hutan.
Selain itu, juga dapat melihat situs sejarah peninggalan kolonial belanda berupa menara mercusuar dan bekas pembangunan dermaga di tanjung layar dan Cibom.
Pulau Handelem
Seperti Pulau Peucang tadi, Pulau Handeuleum pun termasuk ke dalam situs warisan dunia UNESCO.
Pulau ini terletak diantara beberapa pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Ujung Kulon.
Pulau ini merupakan salah satu pulau yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Ujung Kulon.
Pulau Handeuleum, merupakan pulau yang kaya akan keanekaragaman jenis mangrovenya loh. Di pulau Handeuleum ini, terdapat lokasi yang tenang dengan menawarkan perjalanan melalui sungai untuk menikmati aneka hutan, jenis-jenis satwa liar serta daerah berawa-rawa.
Kegiatan wisata di pulau Handeuleum dapat dinikmati dengan wisata canoping menyusuri sungai Cigenter ditengah hutan mangrove dengan suara kicauan burung menambah keindahan dan kealamian.
Pulau Oar
Pulau Oar, adalah surga bagi para pecinta alam karena pantainya yang indah dengan air laut yang jernih menawarkan pengalaman berlibur yang sempurna bagi pengunjung yang mencari keindahan dan ketenangan alam.
Keindahan laut di sekitar pulau ini, menjadi tempat yang bagus bagi pengunjung untuk snorkeling dan menyelam.
Terumbu karang yang indah dan keanekaragaman hayati bawah laut yang menakjubkan menjadikan Pulau Oar sebagai tempat yang sangat diminati oleh para penyelam.
Pulau Oar ini, adalah salah satu pulau yang dapat dijajal ketika mencari pemandangan laut yang indah dan pantai yang sepi.
Lokasinya, yaitu berada di Desa Sumur, Kabuoaten Pandeglang, Banten, dan pulau ini memiliki pasir putih yang bertekstur lembut dan juga Pulau Oar ini memiliki ukuran yang mini, mungkin luasnya hanya seukuran lapangan bola basket, pantas mendapat julukan pulau mini.
Pulau Sangiang
Pulau Sangiang, pulau ini merupakan salah satu keajaiban wisata Banten yang terletak di Selat Sunda antara Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.
Pulau ini secara administratif berada dalam Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.
Pulau Sangiang ini, memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan, terutama yang menyukai wisata bahari.
Keindahan alam dan pantai serta keindahan karang yang dihiasi ikan berwarna-warni, merupakan objek wisata utama di pulau ini.
Selain itu, Pulau ini memiliki potensi flora dan fauna yang beragam dan masih asli, terdapat pula bangunan dan goa-goa peninggalan zaman Jepang yang mempunyai nilai historis.
Kampung Wisata Suku Baduy
Salah satu daya tarik utama Banten adalah suku khasnya Baduy, yang menarik banyak wisatawan domestik untuk menjelajahi suku tersebut.
Dilansir dari laman Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Kampung wisata Suku Baduy Banten terletak di Desa Cibeo, Kabupaten Lebak, sekitar 40 km dari Rangkasbitung.
Objek wisata ini adalah wisata alam sekaligus budaya yang menarik untuk dijelajahi. Selain menikmati keindahan alam yang masih sangat bersih dan asri, Anda juga bisa mengenal budaya Suku Baduy yang tinggal di dalamnya.
Suku Baduy terdiri dari dua bagian, yaitu Suku Baduy Dalam dan Suku Baduy Luar.
Suku Baduy Dalam, merupakan suku yang sangat primordial dan menghindari kebudayaan modern, sedangkan Suku Baduy Luar sudah mengenal kehidupan modern.
Namun, kedua masyarakat ini tetap berpegang teguh pada tradisi mereka, seperti tidak menggunakan alas kaki, teknologi yang terlalu modern, dan transportasi.
Kehidupan masyarakat Suku Baduy yang hidup dengan filosofinya sendiri membuat orang yang mengunjungi harus menghormati dan menghargai peraturan adat.
Jika ingin mengunjungi Suku Baduy, Anda perlu pergi ke Rangkasbitung dengan menggunakan kendaraan pribadi atau umum.
Setelah itu, Anda dapat melanjutkan perjalanan ke Ciboleger dengan kendaraan angkutan umum atau omprengan dan dilanjutkan dengan berjalan kaki.
Pantai Sawarna
Pantai Sawarna yang terletak di Desa Sawarna, Kabupaten Lebak, Banten.
Pantai Sawarna merupakan pantai di Banten yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.
Posisinya tersebut menjadikan ombak di kawasan ini sangat pas untuk berselancar.
Tak heran jika sejumlah peselancar lokal maupun mancanegara memasukkan Pantai Sawarna ke bucket list mereka.
Selain menawarkan ombak yang besar, Pantai Sawarna dikelilingi oleh hutan, gua, dan tebing yang bisa dieksplorasi.
Jangan lupa ambil foto di batu besar di tepi pantai yang terkenal itu, ya!
Dengan keindahan panorama alamnya, Banten dapat menjadi pilihan destinasi liburan yang sempurna.
Jadi, tunggu apalagi? Yuk, rencanakan perjalanan ke pantai di Banten dan nikmati semua keindahan yang ditawarkannya!

















