Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBekasi Raya

ABK KM Nanjung Sari Belum Ditemukan, TIM SAR: Sesuai SOP, Pencarian Korban Terus Dilakukan hingga Tujuh Hari Kedepan

244
×

ABK KM Nanjung Sari Belum Ditemukan, TIM SAR: Sesuai SOP, Pencarian Korban Terus Dilakukan hingga Tujuh Hari Kedepan

Sebarkan artikel ini
Keempat Nelayan KM Nanjung Sari asal Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang yang selamat saat berada di Puskesmas Labuan, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. (Foto : istimewa)

Triberita.com | Pandeglang Banten – Upaya pencarian oleh Tim SAR Gabungan, terhadap Suwito salah satu Anak Buah Kapal (ABK) KM Nanjung Sari GT 5 yang hilang akibat diduga  ditabrak tongkang di Perairan Pasauran, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, masih belum membuahkan hasil.

Memasuki hari kedua, sejak Jumat (12/9/2025) hingga hari ini, Sabtu (13/9/2025), tim SAR gabungan harus berpacu dengan waktu dan cuaca buruk yang lumayan menyulitkan upaya penyelamatan.

Dari lima awak kapal, hanya empat yang berhasil selamat, yakni Sujai (nakhoda), Tarim, Hamdan, dan Masudi. Sementara Suwito, hingga hari ini, Sabtu (13/9/2025) masih belum ditemukan keberdaannya.

Arus bawah laut yang deras dan gelombang tinggi, menjadi kendala utama. Meski Tim SAR gabungan sudah melakukan penyelaman dan penyisiran laut sejak pagi, keberadaan Suwito belum juga terdeteksi.

Dikabarkan, perahu nelayan KM Nanjung Sari GT 5 berangkat dari Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, dengan lima awak.

Menurut kesaksian Hamdan (27), salah satu ABK yang selamat, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.00–02.00 WIB ketika KM Nanjung Sari GT 5 tengah berlabuh di perairan Pasauran.

“Kami lagi tidur, tiba-tiba ada kapal besar nabrak dari belakang. Teman saya teriak bangun-bangun ada kapal, tetapi sudah telanjur dekat,” ujar Hamdan, Jumat (12/9/2025).

Hamdan menuturkan, kondisi cuaca saat itu hujan dengan angin dan gelombang sedang. Kapal mereka sudah dilengkapi lampu penerangan, tetapi masih ditabrak dari belakang. Sesaat setelah tertabrak, kapal langsung terbalik.

“Teman saya, Tarim sempat terpeleset, saya tolongin. Setelah itu kapal langsung terbalik. Kami semua berusaha menyelamatkan diri. Empat orang bisa bertahan pegangan blong (drum pelampung), tetapi Suwito terpisah,” katanya.

Baca Juga :  Mau Liburan di Anyer, Ini Beberapa Pilihan Villa dengan Harga Terjangkau dan Fasilitas Lengkap

Kemudian, pada pukul 06. 00 WIB, nelayan dari Panimbang datang memberikan pertolongan. “

“Kami ditolong kapal nelayan KM Doa Ibu MA 2 milik nelayan Panimbang sekitar pukul 05.30 WIB, kemudian dievakuasi ke Teluk Labuan,” ungkap Hamdan.

Keluarga dan nelayan setempat mengoordinasikan upaya awal melalui telepon seluler, meskipun belum jelas apakah kapal tongkang terlibat dalam proses penyelamatan.

Warga Teluk Labuan dan keluarga Suwito berharap, tim SAR segera menemukan korban. Tragedi ini menegaskan, pentingnya peningkatan keselamatan maritim di jalur sibuk seperti Selat Sunda.

Diharapkan, pemerintah perlu melakukan evaluasi regulasi pelayaran dan infrastruktur keselamatan untuk mencegah kecelakaan serupa.

Sementara itu, Komandan Tim SAR Gabungan Pujiyanto menyebut, cuaca menjadi tantangan besar dalam proses pencarian.

“Pencarian sudah kita lakukan dengan dua tim, tapi hasilnya sampai sekarang masih nihil,” ujar Pujiyanto, Sabtu (13/9/2025).

Dikatakan, Tim SAR menerjunkan dua unit rubber boat untuk pencarian laut dan satu tim darat untuk menyisir garis pantai.

Insiden sendiri, terjadi sekitar 12 nautical mile dari bibir pantai, yang saat itu dilaporkan sedang dilanda gelombang tinggi dan cuaca ekstrem.

Semua nelayan yang menjadi korban kecelakaan di laut, merupakan warga Kampung Nelayan 2, Rt 002 Rw 012 Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Keempat nelayan yang selamat, dievakuasi ke Puskesmas Labuan untuk mendapatkan pertolongan medis. Usai menjalani pemeriksaan, keempatnya kembali ke rumah masing-masing.

“Dari laporan malam Jumat sampai dengan Sabtu pagi, cuaca ekstrem dengan gelombang tinggi. Saat kejadian musibah, juga kondisi laut sedang tidak bersahabat,” terang Pujiyanto.

Pencarian korban, akan terus dilakukan selama tujuh hari ke depan, sesuai standar operasional prosedur (SOP) SAR. Tiap detik menjadi krusial, terlebih karena kondisi laut yang tak menentu.

Baca Juga :  Pantau Pelabuhan Merak, Kapolri Perintahkan Jajaran Antisipasi Mobilitas Warga di Kawasan Anyer Serang Banten

“Langkah selanjutnya, kita tetap lakukan penyisiran laut dan darat. Hasil pencarian akan terus dilaporkan ke Kantor SAR Banten,” terangnya.

Facebook Comments