Scroll untuk baca artikel
Bencana AlamBeritaPeristiwa

Angin Kencang Disertai Hujan Lebat Akibat Cuaca Ekstrem, 1 Tewas 1 Luka-Luka 12 Rumah Rusak

338
×

Angin Kencang Disertai Hujan Lebat Akibat Cuaca Ekstrem, 1 Tewas 1 Luka-Luka 12 Rumah Rusak

Sebarkan artikel ini
Rumah warga di Desa Ujung Serdang, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, yang rusak setelah diterjang angin puting beliung disertai hujan deras, pada Senin (12/5/2025) sore, sekira pukul 15.30 WIB. (Foto : istimewa)

Triberita.com | Jakarta – Angin kencang disertai hujan lebat yang ditimbukan oleh cuaca ekstrem, merusak belasan rumah warga di Desa Ujung Serdang, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).

Bencana alam itu, juga mengakibatkan seorang warga meninggal dunia atas nama Sopian Sembiring (58), warga Gang Mushola, Dusun III, Desa Ujungserdang, Kecamatan Tanjung Morawa. Sedangkan korban luka, adalah Pandapotan Sirait (54), warga Dusun III Desa Ujungserdang.

Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara (Sumut) mencatat 12 rumah di Kabupaten Deliserdang rusak akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah itu.

Berdasarkan laporan Pusdalops PB Sumut yang diterima, Selasa (13/5/2025), dikatakan cuaca ekstrem yang terjadi pada Senin (12/5/2025) itu, melanda Kecamatan Tanjung Morawa dan Kecamatan Patumbak.

Pusdalops PB Sumut menjelaskan, cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang itu, menyebabkan bencana alam angin puting beliung.

Atas kejadian tersebut, Pusdalops PB Sumut mendata lima unit rumah di Kecamatan Tanjung Morawa mengalami rusak sedang. Sedangkan di Kecamatan Patumbak, lima rusak ringan dan dua rusak berat.

Di Kecamatan Tanjung Morawa berdasarkan laporan tersebut, mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Sedangkan di Kecamatan Patumbak satu kepala keluarga mengungsi akibat bencana tersebut.

Sebelum kejadian, dikabarkan kedua korbam, yakni saat itu Sopian Sembiring dan Pandapotan Sirait sedang bekerja menebang bambu di desa itu. Saat angin kencang disertai hujan, keduanya berteduh di bawah kandang ayam yang cukup tinggi.

Namun saat berteduh, ternyata kandang ayam itu roboh dan menimpa keduanya yang sedang berteduh. Setelah dilakukan pencarian, Sopian Sembiring ditemukan sudah tidak bernyawa tertimpa puing bangunan kandang ayam, sedangkan Pandapotan Sirait mengalami luka-luka.

Baca Juga :  Dikritik Soal Kendaraan Pejabat Bebas Gunakan Bahu Jalan, Ditlantas PMJ: Itu Pelanggaran

Warga sekitar selanjutnya membawa korban luka ke RS Mitra Medika di Amplas Medan, dan korban tewas dibawa ke RS Mitra Medika Amplas.

Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima, di Kecamatan Tanjung Morawa tidak ada pengungsi dan korban luka.

“Di Kecamatan Patumbak, jumlah pengungsi satu KK, korban luka dan meninggal nihil,” ujar dia.

Sri Wahyuni mengatakan, berbagai upaya penanganan atas kejadian bencana tersebut, telah dilakukan dengan pemangku kebijakan terkait lainnya.

“Melakukan koordinasi dengan pemerintah desa, melakukan asesmen serta memberikan bantuan logistik kepada warga terdampak,” kata dia.

Berdasarkan laporan Pusdalops PB Sumut, kondisi terkini atas kejadian bencana alam tersebut, masih dalam penanganan pemerintah daerah setempat.

Facebook Comments