Triberita.com | Merak Banten – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), hingga Selasa (25/3/2025) malam, masih terus melakukan perbaikan jembatan bergerak atau Moveable Bridge (MB) di Dermaga VI Pelabuhan Eksekutif Merak, pasca insiden KMP Portlink III yang terjadi, pada Senin (17/3/2025) lalu.
Diketahui, sebelumnya, layanan di Dermaga VI Pelabuhan Eksekutif Merak, sempat ditutup sementara akibat kerusakan pada MB di Dermaga Eksekutif Merak, setelah tertabrak kapal Portlink III, pada Senin (17/3/2025) lalu, sekitar pukul 10.00 WIB.
Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin menjelaskan, pihaknya mengoptimalkan seluruh sumber daya agar proses perbaikan dapat berjalan cepat tanpa mengganggu kelancaran operasional pelabuhan.
“Kami berupaya semaksimal mungkin untuk mempercepat proses perbaikan agar Dermaga VI dapat segera kembali digunakan untuk memperlancar angkutan Lebaran 2025,” ujar Shelvy, Selasa (25/3/2025).
“Pasca kejadian KMP Port Link III beberapa hari lalu, kami berupaya semaksimal mungkin untuk mempercepat proses perbaikan agar Dermaga VI dapat segera kembali digunakan. Kami juga memastikan layanan tetap berjalan dengan mengoptimalkan metode bongkar muat melalui rampa samping kapal menuju car deck,” sambung Shelvy.
Terpisah, Kapolda Banten Irjen Pol Suyudi Ario Seto, memastikan penyeberangan untuk arus mudik Lebaran 2025 di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, tetap normal.
Suyudi menyampaikan, bahwa pihaknya bersama jajaran telah melakukan pengecekan di Pelabuhan Merak, mencakup Dermaga 1 hingga 7.
“Kami telah melaksanakan pengecekan di Pelabuhan Merak, mencakup Dermaga 1 hingga 7. Saat ini, situasi penyeberangan berjalan lancar dan arus kendaraan masih dalam kondisi normal,” ujar Suyudi.
Kapolda Banten menjelaskan, bahwa untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, sistem ganjil-genap akan diberlakukan pada 27-30 Maret 2025.
“Untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, sistem ganjil-genap akan diberlakukan pada 27-30 Maret 2025. Kendaraan yang tidak sesuai aturan, akan dialihkan ke jalur arteri. Selain itu, delay system akan diterapkan di KM 43 dan KM 68 guna mengatur arus kendaraan dan mencegah penumpukan di jalur tol menuju Pelabuhan Merak,” terang Suyudi.
Dia mengungkapkan, bahwa tahun ini tidak ada layanan dermaga eksekutif, dan seluruh tiket penyeberangan berlaku sama tanpa adanya tiket eksekutif.
“Tahun ini, tidak ada layanan dermaga eksekutif. Seluruh tiket penyeberangan berlaku sama, tanpa tiket eksekutif. Meskipun sebelumnya terjadi insiden di Dermaga 6, layanan penyeberangan tetap berjalan normal,” ujar Kapolda.
Dengan berbagai upaya ini, diharapkan arus mudik Lebaran 2025 dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

















