Triberita.com | Subang – Isu dugaan penyalahgunaan kekuasaan di lingkungan birokrasi Kabupaten Subang kian memanas setelah dr. Maxi, S.H., M.HKes, mantan Kepala Dinas Kesehatan Subang, secara terbuka menyampaikan sejumlah praktik meresahkan.
Gelombang dukungan untuk dr. Maxi kini menguat dengan bergabungnya Paguyuban Sundawani Wirabuana DPD Subang, yang menyatakan siap berdiri di garis depan melawan apa yang mereka sebut sebagai ‘tiga serangkai kedzaliman’ yang diduga menggerogoti tata kelola pemerintahan daerah.
Dukungan Paguyuban ini berlandaskan pada pengungkapan dr. Maxi yang mencakup tiga aspek utama penyalahgunaan wewenang dan praktik pemerasan keuangan di tubuh birokrasi Subang.
Penyalahgunaan Wewenang dari Hulu ke Hilir
Ketua Paguyuban Sundawani Wirabuana, Yosep, menilai bahwa apa yang diungkap dr. Maxi adalah cerminan dari rusaknya sistem tata kelola pemerintahan yang memerlukan perbaikan segera.
Menurut data yang beredar, praktik penyalahgunaan wewenang ini melibatkan struktur yang terorganisir:
Intervensi Pemindahan Bidan Desa: Adanya dugaan intervensi sewenang-wenang dari oknum penguasa untuk memindahkan bidan desa, yang dikhawatirkan dilakukan tanpa mempertimbangkan prosedur dan kebutuhan krusial pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat akar rumput.
Dugaan Permintaan Uang ‘Ketok Palu’ oleh Oknum DPRD
Pengungkapan paling menghebohkan adalah dugaan adanya permintaan ‘uang ketok palu’ oleh oknum Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Subang kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Praktik ini mengindikasikan adanya dugaan suap dan korupsi dalam proses penganggaran daerah.
Dugaan Permintaan Uang Setoran OPD:
Selain itu, dr. Maxi juga mengungkap dugaan adanya permintaan ‘uang setoran wajib’ dari oknum tertentu terhadap OPD, yang secara langsung dinilai menggerogoti integritas, profesionalisme, dan alokasi anggaran yang seharusnya diperuntukkan bagi pelayanan publik.
Sundawani Wirabuana Siap Jadi Tameng Moral
Yosep, Ketua DPD Sundawani Wirabuana Subang, menegaskan bahwa Paguyuban tidak akan membiarkan dr. Maxi berjuang sendirian melawan kekuatan yang diduga terstruktur ini.
”Kami telah mempelajari dan mengikuti dengan seksama pengungkapan yang dilakukan oleh dr. Maxi. Ini bukan hanya soal perbedaan pendapat, tapi ini adalah perlawanan terhadap kedzaliman yang terstruktur,” ujar Yosep.
”Mulai dari intervensi terhadap bidan desa yang menyangkut pelayanan rakyat, hingga dugaan pemerasan ‘uang ketok palu’ dan setoran OPD yang merusak anggaran. dr. Maxi telah menunjukkan keberanian luar biasa dan kami, Sundawani Wirabuana, siap menjadi tameng moralnya untuk melawan oknum-oknum yang menyalahgunakan kekuasaan demi kepentingan pribadi atau kelompok,” tegasnya.
Seruan untuk Audit Menyeluruh dan Penegakan Hukum
Paguyuban Sundawani Wirabuana menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat Subang, aktivis, dan aparat penegak hukum untuk bersatu. Mereka secara tegas menuntut adanya audit menyeluruh dan penyelidikan transparan atas semua dugaan serius yang telah diungkap, guna mengembalikan marwah birokrasi dan keadilan di Kabupaten Subang.
Paguyuban Sundawani Wirabuana berkomitmen untuk mengawal isu tersebut sampai tuntas dan mendesak transparansi penuh dari pihak berwenang. Ini dinilai sebagai momentum penting bagi masyarakat sipil untuk menunjukkan penolakan terhadap segala bentuk korupsi, intervensi ilegal, dan penyalahgunaan kekuasaan.
















