Scroll untuk baca artikel
Berita

Belum Juga Dibangun Sejak 2019, Anggaran Revitalisasi Pasar Kranji Baru Bekasi jadi Bancakan..?

995
×

Belum Juga Dibangun Sejak 2019, Anggaran Revitalisasi Pasar Kranji Baru Bekasi jadi Bancakan..?

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa dan puluhan pedagang Pasar Kranji Baru unjukrasa di depan Kantor Pemkot Bekasi, tuntut penyelesaian persoalan pembangunan Pasar Kranji Baru yang belum dilakukan selama 4 tahun.(foto: doc redaksi)

IaTriberita.com | Kota Bekasi – Persoalan revitalisasi pasar Kranji Baru Bekasi Barat Kota Bekasi kembali digoyang. Sikap Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi yang masih terus membiarkan mangkraknya pembangunan Pasar Kranji Baru menjadi pertanyaan para pedagang.

Pasalnya, sejak tahun 2019 pembangunan Pasar Kranji Baru sudah mangkrak, dan hingga akhir tahun 2023 ini belum juga dibangun.

Setelah didemo oleh mahasiswa dan pedagang pada Oktober lalu, pedagang hanya diperlihatkan masuknya mobil-mobil proyek, seolah dimulai pembangunannya. Namun ternyata hanya sebatas itu, pembangunan Pasar Kranji tak berjalan alias masih mangkrak.

Terkesan pihak penanggungjawab pembangunan Pasar Kranji Baru yang dipercaya Pemkot Bekasi, dalam hal ini PT ABB (Anisa Bintang Blitar) mengelabui para pedagang, dan Pemkot Bekasi membiarkan hal ini.

Terkait hal tersebut, kemarin, Kamis 28 Desember 2023, kembali puluhan Aliansi mahasiswa mendatangi gedung Pemkot Bekasi dan meminta kepada Dinas terkait yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) agar mengambil sikap regas dalam menyelesaikan permasalahan pembangunan revitalisasi Pasar Kranji Baru.

Pasar Kranji Baru Bekasi.(foto: Istimewa)

Ariesta Mirada Putra, koordinator lapangan yang mewakili Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIE Mulia Pratama mengungkapkan, demo yang dilakukan puluhan pedagang dibantu mahasiswa ini yang kedua kalinya, setelah yang pertama dulu dilakukan pada 23 Oktober 2023.

“Ini kami demo lagi, karena belum ada tindakan tegas dari pemerintah kota Bekasi terhadap perkembangan pembangunan Pasar Kranji Baru,” tutur Ariesta kepada Trinerita.com, usai demo, Kamis (28/12/2023) kemarin.

Padahal, lanjut dia, dalam perjanjian kerja sama yang sudah disepakati, jangka waktu pembangunan selama 24 bulan dimulai sejak tahun 2019.

Ariesta pun mengaku, pihaknya mengikuti perkembangan pembangunan Pasar Kranji Baru. Ia mengatakan, demo tersebut menuntut Pemkot Bekasi.

Baca Juga :  Konfercab PC GP Ansor Kota Cilegon Asep Awaludin : Siap Menjalankan Visi Misi Organisasi

Menurut dia, dengan membiarkan mangkraknya pembangunan Pasar Kranji Baru itu, maka terindikasi ada tindakan korupsi, karena sudah menyimpang dari kesepakatan kerjasama.

“Kami mencium ada indikasi tindakan korupsi revitalisasi Pasar Kranji, yang tidak sesuai dengan perjanjian kerja sama yang sudah disepakati yaitu jangka waktu 24 bulan atau 2 tahun, sejak tahun 2019,” ungkapnya.

Bahkan, menurut Ariesta, tender revitalisasi pembangunan Pasar Kranji Baru yang dimenangkan oleh PT ABB juga dipertanyakan. Ada indikasi proyek revitalisasi itu bukan tender, tapi penunjukan langsung.

Aries menjelaskan, pedagang Pasar Kranji Baru yang jumlahnya sekitar 1500, telah memberikan kewajiban kepada PT ABB (Anisa Bintang Blitar) senilai total sekitar 23 miliar.

” Tapi sampai sekarang belum ada proses pembangunan, seperti kita lihat Pasar Kranji Baru hanya berbentuk tanah kosong seperti lapangan,” ungkapnya.

Ribuan pedagang Pasar Kranji Baru hingga saat ini masih menempati lapak-lapak sementara atau TPS di pinggir Jalan Raya Bintara. Lapak-lapak tersebut sudah pasti ada yang memakan sebagian jalan, dan menimbulkan kemacetan.

Ariesta menjelaskan, tak jauh beda dengan unjuk rasa yang dilakukan pada 23 Oktober lalu, tuntutan para aktivis mahasiswa adalah:

Segera batalkan dan putuskan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pemkot Bekasi dengan PT.ABB (Anisah Bintang Blitar).

Meminta kepada Kejari Kota Bekasi agar segera memanggil seorang oknum Dinas yang terlibat dalam pembangunan revitalisasi Pasar Kranji Baru.

Meminta agar Pemkot Bekasi melakukan tender terbuka untuk pembangunan revitalisasi Pasar Kranji Baru.

Menolak nikah sirih antara PT.ABB dengan PT. Erra Global Cipta.

Sekedar informasi, kondisi Pasar Kranji Baru yang sekarang sudah carut marut dan akan datang musim hujan, Pasar Kranji Baru sudah banyak yang rusak dan atapnya bolong.

Baca Juga :  Dinilai Belum Lengkap, Kejaksaan Tinggi DKI Kembalikan Berkas Perkasa AG ke Penyidik

“Dan ini harus diselesaikan kami mendukung Pemkot dan Kejari untuk memutuskan bila memang PT ABB sudah tidak mampu untuk membangun,” pintanya.

Ariesta menambahkan, pedagang Pasar Kranji Baru berkeinginan, siapapun nanti yang menjadi pelaksana revitalisasi, agar pembangunan pasar segera dilakukan.

“Para pedagang menginginkan, siapapun yang melakukan revitalisasi Pasar Kranji Baru, agar disegerakan dibangun,” tutupnya.

Facebook Comments