Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBeritaPembunuhan

Benny Dwi Suprayoga warga Tegal Alur Kalideres Jakarta, Ditemukan Tewas Membusuk dalam Kamar Kos di Cikande Serang Banten

244
×

Benny Dwi Suprayoga warga Tegal Alur Kalideres Jakarta, Ditemukan Tewas Membusuk dalam Kamar Kos di Cikande Serang Banten

Sebarkan artikel ini
Petugas Unit Identifikasi Polres Serang Polda Banten dan tim medis RS Bhayangkara sedang mengevakuasi korban Benny Dwi Suprayoga ditemukan sudah tidak bernyawa dan membusuk di Kampung Saga Masjid, Desa Sukatani, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, pada hari Rabu tanggal 26 November 2025. (Foto : Daeng Yusvin)

Triberita.com | Serang Banten – Beberapa hari tidak masuk kerja, Benny Dwi Suprayoga (35), ditemukan sudah tidak bernyawa dan dalam keadaan membusuk di dalam kamar kontrakannya di Kampung Saga Masjid, Desa Sukatani, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Rabu (26/11/2025).

Petugas Polsek Cikande dan Pamapta Polres Serang Polda Banten yang mendapat informasi, gerak cepat mendatangi lokasi bersama Unit Identifikasi Polres Serang dan tim medis RS Bhayangkara.

Korban yang diketahui merupakan warga Kayu Besar RT 001/012, Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, ditemukan dalam kondisi sudah membengkak dan membusuk.

Kapolsek Cikande AKP Tatang menjelaskan, jasad korban ditemukan bermula ketika rekan kerja korban bernama Masno (43), merasa curiga karena Benny sudah beberapa hari tidak masuk kerja dan tidak terlihat aktivitasnya seperti biasa.

Petugas Polsek Cikande dan Pamapta Polres Serang Polda Banten sedang memasang garis polisi di lokasi rumah kontrakan korban Benny Dwi Suprayoga ditemukan sudah tidak bernyawa di Kampung Saga Masjid, Desa Sukatani, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, pada hari Rabu tanggal 26 November 2025. (Foto : Daeng Yusvin)

“Masno kemudian mendatangi rumah kontrakan Benny untuk memastikan kondisinya,” terang Kapolsek.

Setibanya di lokasi, Masno bertemu pemilik kontrakan, Sanwani, dan keduanya mencium bau tidak sedap yang berasal dari dalam kamar kontrakan korban. Kecurigaan keduanya semakin kuat, bahwa ada sesuatu yang tidak beres.

“Sanwani kemudian mengambil kunci serep kontrakan untuk membuka pintu. Namun, pintu tak bisa dibuka karena masih terdapat kunci menempel pada lubang pintu,” terangnya.

Masno kemudian mencoba melihat ke bagian sisi pintu dan kusen yang memiliki celah. Saat mengintip ke dalam kamar, ia dikejutkan oleh pemandangan tubuh korban yang sudah dalam posisi terlentang serta kondisi fisik yang telah membusuk.

Melihat hal tersebut, Masno bergegas melaporkan kejadian itu kepada warga sekitar serta pimpinan perusahaan, tempat ia dan korban bekerja. Laporan kemudian diteruskan ke pihak kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga :  Usai Rapat Pleno Penetapan Bupati Serang Terpilih, Ratu Rachmatu Temui Kapolres Condro Sasongko, Ada apa?

Tak lama berselang, Unit Identifikasi Polres Serang bersama tim medis RS Bhayangkara tiba di lokasi. Atas izin pemilik kontrakan, petugas kemudian mendobrak pintu untuk melakukan proses identifikasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Korban ditemukan dalam kondisi membusuk dan diduga sudah meninggal beberapa hari. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan indikasi kekerasan, namun kami tetap menunggu hasil visum dari RS Bhayangkara untuk memastikan penyebab kematian,” ujarnya.

Setelah dilakukan identifikasi di lokasi, jenazah korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum et repertum guna mengetahui penyebab pasti kematian. Polisi juga memintai keterangan sejumlah saksi untuk melengkapi proses penyelidikan.

Facebook Comments