Scroll untuk baca artikel
BeritaSubang

Ditengah Isu Sosok Pengepul Gratifikasi, Kadisdikbud Subang Heri Sopandi Absen di Pelantikan PPPK 2.081 Guru

365
×

Ditengah Isu Sosok Pengepul Gratifikasi, Kadisdikbud Subang Heri Sopandi Absen di Pelantikan PPPK 2.081 Guru

Sebarkan artikel ini
Acara Pelantikan PPPK Guru di alun-alun Subang, tidak dihadiri Kadisbud Heri Sopandi.(Foto: Harun)

Triberita.com | ​Subang Jabar – Di tengah pusaran skandal dugaan setoran gratifikasi pejabat Subang dan saling lapor antara Dr. Maxi dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud), Heri Sopandi, terjadi sebuah kejanggalan dalam acara penting Pemkab Subang.

Heri Sopandi dipastikan tidak hadir dalam acara pengambilan sumpah janji dan penyerahan Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bagi 2.081 guru.

​Terlihat pada acara yang dipimpin langsung oleh Bupati Subang di Alun-Alun Subang pada Rabu, 27 November 2025 itu, diwarnai kursi kosong sang Kadisdikbud. Situasi ini memicu spekulasi di tengah isu yang menudingnya sebagai perantara atau “pengepul” setoran untuk pejabat tinggi Subang.

​2.081 Guru Dilantik Tanpa Kehadiran Kepala Dinas
​Pelantikan 2.081 guru PPPK merupakan acara yang sangat penting dan patut waktu, menandai komitmen pemerintah daerah terhadap sektor pendidikan.

Kehadiran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebagai pucuk pimpinan sektor tersebut seharusnya wajib.

​Namun, Heri Sopandi memilih absen. Menurut keterangan Furwani, Sekretaris Dinas (Sekdis) Pendidikan dan Kebudayaan, Heri Sopandi tidak dapat hadir dan diwakilkan olehnya.

​”Pak Kadis Heri Sopandi tidak hadir karena ada acara di kecamatan,” kata Furwani.

​Alasan adanya “acara di kecamatan” ini menjadi sorotan. Biasanya, acara pelantikan berskala besar yang dipimpin langsung oleh Bupati merupakan prioritas tertinggi, yang jarang dilewatkan oleh Kepala Dinas terkait.

​Kejanggalan di Tengah Skandal Gratifikasi

​Ketidakhadiran Heri Sopandi ini menjadi menarik dan memicu pertanyaan publik. Saat ini, nama Heri Sopandi sedang diterpa tudingan serius oleh whistleblower Dr. Maxi sebagai perantara atau pengepul setoran ratusan juta rupiah untuk pejabat Subang.

Heri Sopandi telah merespons tudingan ini dengan melaporkan dr Maxi ke Polres Subang atas dugaan pencemaran nama baik.

Baca Juga :  Pemkab Subang Gunakan Jasa Pengacara Kasus Dugaan Gratifikasi Bupati, Legislator Jabar sebut Langgar Etika dan Hukum

​Aktivis dan pengamat menilai, di saat seorang pejabat publik sedang diterpa isu integritas yang sangat sensitif, ketidakhadiran dalam acara yang sangat penting bagi dinasnya sendiri dan publik, justru menimbulkan tanda tanya besar dan berpotensi memperkuat spekulasi negatif yang beredar.

​Bukan hanya Heri Sopandi, namun beberapa Kepala Dinas lain hadir di acara tersebut tampak hadir tanpa perwakilan ini menyiratkan adanya kehati-hatian atau bahkan kerenggangan di antara pejabat Pemkab Subang di tengah krisis yang sedang berlangsung.

Facebook Comments