Triberita.com | Kabupaten Bekasi – Pemerintah Kabupaten Bekasi Jawa Barat masih terus berupaya melakukan langkah-langkah antisipasi kelangkaan pangan di pasaran. Upaya tersebut dengan melakukan mitigasi mencegah potensi terjadi inflasi akibat perubahan cuaca.
Kendati angka inflasi Kabupaten Bekasi masih aman dengan peringkat 9 se-Jabar, namun potensi kenaikan harga pangan bisa terjadi akibat perubahan cuaca.
Untuk itu, mitigasi yang dilakukan Pemkab Bekasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), selain menjaga stok pangan tetap aman, sekaligus mencegah kenaikan harga yang berpotensi terjadi akibat dihantam musim penghujan.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Bagian Perekonomian pada Setda Kabupaten Bekasi Muhamad Ridwan di Cikarang, Jumat (10/1/2025) kemarin.
Dampak perubahan cuaca, Ridwan menjelaskan, menjadi salah satu risiko yang harus diantisipasi. Efek terhadap trend inflasi ini, kata dia, akan diantisipasi melalui upaya mitigasi sejak dini.
“Agar tidak terjadi lonjakan harga atau kelangkaan barang di pasar, maka kita harus focus berkoordinasi dengan daerah penghasil kebutuhan pokok, seperti cabai dan bawang,” papar Ridwan
Ia juga menerangkan, bahwa koordinasi dengan daerah-daerah tersebut diperlukan, mengingat faktor cuaca sangat berpengaruh terhadap kuantitas dan kualitas bahan pangan, baik saat masa panen maupun proses pengiriman.
Dua daerah produsen kebutuhan pokok yang saat ini masih menopang kebutuhan masyarakat Kabupaten Bekasi, Ridwan menyebutkan, Kabupaten Garut dan Kabupaten Subang.
“Di awal tahun 2025 ini kita akan tingkatkan koordinasi dengan daerah penghasil,” katanya.
Seperti yang terjadi pada tahun kemarin, kata Ridwan, sejumlah komoditas seperti daging, ayam, telur hingga cabai dan bawang mengalami kenaikan harga menjelang datang hari besar, baik hari besar keagamaan atau pergantian tahun.
“Dampak cuaca menjadi perhatian kami. Apalagi bila terjadi saat hari besar, maka cuaca sangat berpengaruh terhadap kenaikan inflasi,” katanya.
Melalui mitigasi dan koordinasi yang baik, Ridwan menambahkan, ketahanan pangan dan stabilitas harga kebutuhan pokok di Kabupaten Bekasi dapat terkendali, sehingga masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan mudah dan terjangkau.
















