Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Dihadapan Pemimpin Dunia di PBB, Presiden Prabowo Subianto Serukan Persatuan Umat Manusia

187
×

Dihadapan Pemimpin Dunia di PBB, Presiden Prabowo Subianto Serukan Persatuan Umat Manusia

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo saat menyampaikan pidato dengan durasi 19 menit lebih dalam bahasa Inggris, menyerukan persatuan umat manusia di tengah perbedaan bangsa, ras, dan agama, bertempat di ruang sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, pada hari Selasa tanggal 23 September 2025. (Foto: istimewa)

Triberita.com | Jakarta – Di hadapan para pemimpin dunia, di ruang sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, menjadi saksi kembalinya suara Indonesia di podium dunia.

Setelah satu dekade absen kehadiran langsung, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Selasa (23/9/2025), hadir menyampaikan pidato perdananya di Sidang Majelis Umum ke-80 PBB.

Presiden Prabowo berbicara pada sesi pertama Debat Umum dengan posisi istimewa, yakni urutan ketiga.

Sebuah posisi strategis yang menempatkan Indonesia berdampingan dengan dua negara besar, Brasil dan Amerika Serikat.

Brasil, yang sejak 1955 selalu membuka sidang sebagai tradisi diplomatik, tampil di urutan pertama. Amerika Serikat, sebagai tuan rumah, mendapat giliran kedua.

Tepat setelah keduanya, Presiden Prabowo berdiri membawa suara Indonesia ke hadapan dunia.

Presiden menekankan, bahwa setiap makhluk Tuhan diciptakan setara dengan hak untuk hidup, kebebasan, dan mengejar kebahagiaan.

Ia juga menyinggung semangat Declaration of Independence yang mengilhami banyak revolusi demokratis, termasuk perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Sebagaimana keterangan yang diterima, Prabowo langsung dikerubungi sejumlah pemimpin dunia, usai menyampaikan pidato di hadapan para kepala negara, kepala pemerintahan, serta delegasi dari hampir seluruh negara di dunia.

Raja Yordania Abdullah II tampak menyalami Prabowo, begitu juga dengan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva.

Mereka terlihat memberikan ucapan selamat dan menyampaikan apresiasi atas pesan-pesan kuat yang disampaikan.

Diketahui dalam pidatonya, Prabowo menyoroti beberapa hal penting. Di antaranya, adalah keberhasilan Indonesia dalam mewujudkan swasembada beras sekaligus menyampaikan harapan agar dunia bersatu dalam perdamaian.

“Kita harus bertindak sekarang. Kita harus memperjuangkan tatanan multilateral, di mana perdamaian, kemakmuran, dan kemajuan bukan hak istimewa segelintir, melainkan hak semua,” kata Prabowo

Baca Juga :  Mahasiswa Indonesia di Columbia University Bangga Presiden Prabowo sebagai Pembicara Ketiga Debat Umum PBB

“Dengan PBB yang kuat, kita bisa membangun dunia di mana yang lemah tidak menderita karena kelemahannya, tetapi hidup dengan keadilan yang layak mereka terima,” ujar Prabowo.

Selain itu, Presiden juga menegaskan kembali posisi Indonesia terhadap solusi dua negara untuk konflik Palestina.

“Kita harus memiliki Palestina yang merdeka, tetapi kita juga harus mengakui dan menjamin keselamatan serta keamanan Israel. Hanya dengan itu kita bisa mendapatkan perdamaian sejati, perdamaian tanpa kebencian, perdamaian tanpa kecurigaan. Satu-satunya solusi adalah solusi dua negara,” tegas Kepala Negara.

Pidato Presiden Prabowo ditutup dengan ajakan untuk melanjutkan perjalanan kemanusiaan yang telah dirintis para pendiri bangsa, yang memicu tepuk tangan berdiri oleh para delegasi di ruang sidang.

“Mari kita bekerja menuju tujuan mulia ini. Mari kita lanjutkan perjalanan harapan umat manusia, sebuah perjalanan yang dimulai oleh para pendahulu kita, sebuah perjalanan yang harus kita selesaikan. Terima kasih,” demikian disampaikan Prabowo.

 

Penulis : Daeng Yusvin

Facebook Comments