Scroll untuk baca artikel
Banten RayaKesehatan

Evaluasi TPPS, DP3AP2KB Optimistis Angka Stunting di Kota Cilegon Turun

297
×

Evaluasi TPPS, DP3AP2KB Optimistis Angka Stunting di Kota Cilegon Turun

Sebarkan artikel ini
DP3AP2KB Kota Cilegon, Provinsi Banten, terus gencar melakukan koordinasi dan evaluasi serta audit kasus stunting (AKS) di seluruh Puskesmas se-Kota Cilegon, dengan melibatkan TPPS agar tujuan program penurunan stunting bisa tercapai sesuai dengan target yang diharapkan. (Foto : Diskominfo)

Triberita.com | Cilegon Banten – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cilegon, Provinsi Banten, melakukan koordinasi dan evaluasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Kecamatan Jombang, Kota Cilegon.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DP3AP2KB Kota Cilegon Asikin mengatakan, Jombang merupakan kecamatan pertama dari delapan kecamatan di Kota Cilegon yang dilakukan evaluasi pada TPPS.

“Evaluasi ini dilakukan, sebagai salah satu upaya dan komitmen dari para pemangku kebijakan di tingkat kecamatan berkaitan dengan kasus stunting. Evaluasi ini, terkait upaya apa saja yang sudah dilakukan, lalu bagaimana kolaborasi program dengan lintas lembaga, bagaimana pembinaan dan pendampingannya terhadap keluarga yang rentan stunting,” kata Asikin, Kamis (12/9/2024).

Dari hasil evaluasi sementara, kata Asikin, pihaknya memang belum bisa menyimpulkan apakah stunting di Kota Cilegon turun atau belum. Namun berdasarkan pengakuan sejumlah kader posyandu, ia optimistis kasus stunting sudah mengalami penurunan.

“Laporan hasil pengukuran stunting itu, dirilis setiap Februari dan Agustus. Kita sedang tunggu laporan dari Dinas Kesehatan, karena hasil penimbangan anak pada Agustus belum disampaikan. Tapi kalau memasukkan dari para kader dan data riil, timbangan berat badan sih yang sebelumnya rendah sekarang sudah naik,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kota Cilegon Lia Nurlia Mahatma menambahkan, berdasarkan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPP-GBM) pada Agustus 2023, dari jumlah 32.312 balita yang diukur di Kota Cilegon, sebanyak 944 balita (2,92 persen) mengalami stunting.

“Berkat upaya kerja keras bersama, syukur Alhamdulillah Kota Cilegon mengalami penurunan dari hasil EPP-GBM Februari 2024 dari jumlah 30.485 balita yang diukur, turun menjadi 876 balita (2,87 persen) atau turun sebanyak 68 anak,” jelas Lia.

Baca Juga :  Tinjau SMKN 1 Purwakarta, Presiden Jokowi Dukung Pendidikan Teknologi

Sebagai bentuk komitmen Pemkot Cilegon dalam penanganan stunting, lanjut Lia, pada April dan Mei lalu, pihaknya telah melakukan audit kasus stunting (AKS) di seluruh Puskesmas se-Kota Cilegon, dengan melibatkan TPPS.

“TPPS ini, tugasnya melakukan intervensi spesifik maupun intervensi sensitif melalui kolaborasi dan sinergi berbagai lintas sektor terkait. Selain itu, juga melakukan upaya identifikasi, agar semua keluarga dapat termonitor secara menyeluruh, baik orang tua maupun anaknya. Sehingga, tujuan program penurunan stunting akan tercapai sesuai dengan target yang diharapkan,” kata Lia.

Facebook Comments