Scroll untuk baca artikel
Bekasi RayaBeritaNasionalPendidikan

Gebrakan Dunia Pendidikan, Presiden Prabowo Luncurkan Program Digitalisasi Pembelajaran Nasional di SMPN 4 Kota Bekasi

416
×

Gebrakan Dunia Pendidikan, Presiden Prabowo Luncurkan Program Digitalisasi Pembelajaran Nasional di SMPN 4 Kota Bekasi

Sebarkan artikel ini
Presiden RI Prabowo Subianto meluncurkan Program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas di SMPN 4 Kota Bekasi, Senin (17/11/2025).(Foto: Istimewa)

Triberita.com | Bekasi Kota – Pemerintah Indonesia secara global menggenjot pemerataan kualitas pendidikan sertak aksesnya di seluruh tanah air. Dalam upaya inisiatif ambisius ini, maka pemerintah resmi meluncurkan Program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas.

Tak tanggung-tanggung, Presiden RI Prabowo Subianto sendiri yang meluncurkan program tersebut, yang dipusatkan di SMP Negeri 4 Kota Bekasi, Senin (17/11/2025).

Peluncuran Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas, diikuti secara serentak oleh 1.337 sekolah dari 38 provinsi melalui koneksi daring. Peluncuran ini menjadi penanda dimulainya langkah besar untuk memastikan setiap anak bangsa, dari Sabang hingga Merauke, menikmati layanan pendidikan berbasis digital yang modern dan berkualitas.

Tiba di lokasi, Presiden Prabowo disambut hangat oleh jajaran Kabinet Merah Putih, Mendikdasmen Abdul Mu’ti, Kepala Kantor Staf Presiden Muhammad Kodari, CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menkomdigi Meutya Hafid, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dan Kepala SMPN 4 Kota Bekasi, Sungkawati.

Sontak suasana di SMPN 4 itu pun menjadi semarak. Para siswa menyambut kedatangan RI 1 tersebut dengan penuh antusiasme, menampilkan atraksi drumben, menyanyikan lagu-lagu nasional, serta melambaikan bendera Merah Putih kecil.

Setelah penyambutan, Presiden Prabowo langsung meninjau berbagai demo pembelajaran di dalam kelas. Ia menyaksikan bagaimana teknologi smartboard atau Papan Interaktif Digital (Interactive Flat Panel/IFP) mengubah proses belajar. Penggunaan smartboard dilakukan oleh guru dan siswa, tepat di sebelah tenda utama acara.

Smartboard tersebut menampilkan virtual pembelajaran jarak jauh, dengan menghadirkan seorang guru yang dapat berinteraksi secara langsung dengan siswanya untuk membimbing proses belajar.

Teknologi interaktif ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kolaboratif dan menarik, berbeda dari televisi pintar yang hanya menyajikan materi satu arah.

Baca Juga :  Langkah Indonesia Terhenti di Perempat Final BAMTC 2023, Dipastikan Gugur Usai Kalah 1-3 dari Korsel

Di mata Kepala Negara, proses pembelajaran menjadi lebih menarik, interaktif, dan adaptif bagi peserta didik, menunjukkan potensi besar digitalisasi dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi para guru, tenaga pendidik, dan semua pihak yang bekerja keras mewujudkan percepatan digitalisasi ini.

“Sudah 75 persen dari semua sekolah di seluruh Indonesia sudah menerima panel interaktif. Dan Alhamdulillah panel ini kita harapkan untuk bisa membantu semua siswa di seluruh Indonesia untuk belajar lebih baik, belajar lebih semangat, belajar lebih cepat, punya akses kepada semua ilmu, semua bahan yang diperlukan,” tegas Presiden, dalam pidatom pengantarnya.

Presiden berharap program ini akan menjadikan proses belajar siswa lebih efektif dan membuka gerbang akses yang lebih luas terhadap beragam pengetahuan global.

Sementara Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dalam laporannya menjelaskan bahwa Digitalisasi Pembelajaran merupakan pemenuhan janji Presiden Prabowo pada Hari Guru Nasional 2024.

Program ini dilaksanakan berdasarkan landasan hukum yang kuat, yaitu Inpres No. 7 Tahun 2025 dan Perpres No. 79 Tahun 2025, yang berfokus pada percepatan pembangunan sekolah, revitalisasi, dan digitalisasi pembelajaran.

Program ini secara spesifik dirancang untuk menjamin setiap sekolah—dari pusat kota hingga daerah terluar—mendapatkan akses pendidikan berbasis teknologi yang setara.

“Kami melakukan monitoring dan juga melakukan evaluasi sekolah-sekolah yang telah menerima IFP atau digital panel. Sudah ada perubahan signifikan dalam proses pembelajaran, belajar dengan gembira, penuh semangat dan capaian pembelajaran terus meningkat,” ujar Abdul Mu’ti, memaparkan dampak positif di lapangan.

Hingga pertengahan November 2025, program ini telah mendistribusikan total 172.550 perangkat, dengan 43.022 perangkat lainnya sedang dalam perjalanan. Pemerintah menargetkan seluruh perangkat digital ini sudah terinstalasi di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia pada Desember 2025.

Baca Juga :  Dukung Program Swasemdada Pangan, Ini Yang Dilakukan Dinas SDA-BMBK Kabupaten Bekasi

Peluncuran program penting ini dihadiri oleh sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan Komisi X DPR RI, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Facebook Comments