Scroll untuk baca artikel
Bekasi RayaBerita

Geger, Seorang Pria Tua Tercebur Ke Empang Tidak Muncul-Muncul Kepermukaan

229
×

Geger, Seorang Pria Tua Tercebur Ke Empang Tidak Muncul-Muncul Kepermukaan

Sebarkan artikel ini

Kedalaman empang sekitar 4 meter di permukiman warga kampung Sukamantri Blok Kacang, Rt.03/04 Dusun 2, Desa Sukaraya, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Pada Minggu 28 Mei 2023

Tim SAR atau Relawan, serta warga setempat saat melakukan pencarian korban. (Foto: Asun Nirwanto)
Tim SAR atau Relawan, serta warga setempat saat melakukan pencarian korban. (Foto: Asun Nirwanto)

Triberita.com, Kabupaten Bekasi – Digegerkan seorang pria tua kecebur di empang dengan kedalaman empang sekitar 4 meter di permukiman warga kampung Sukamantri Blok Kacang, Rt.03/04 Dusun 2, Desa Sukaraya, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Pada Minggu (28/5/2023)

Menurut keterangan atau kronologisnya berdasarkan laporan dari warga setempat Ia menjelaskan ada seorang bapak-bapak, Deni (70) korban.

“dari semalam ga pulang sehingga Warga lapor ke pihak Rt atau Desa atas dasar laporan dari warga nya ada seorang bapak-bapak jalan ke arah empang sekitar jam 12 malam mau di liat takut soalnya, takut setan keterangan pak Rt, kata warga setempat,” ucapnya.

Masih menurut keterangan Pak Rt Narso, sebelum saya menjadi Rt sudah ada 3 orang korban, “yang kelep dan ini yang merupakan korban yang ke-4 empang tersebut makan korban saya sebagai Rt menunggu dari pemerintahan Desa tapi menurut saya mendingan di pagar aja jangan sampe ada korban berikutnya,” pungkas Pak RT Narto.

Tim SAR atau Relawan, serta warga setempat saat melakukan pencarian korban. (Foto: Asun Nirwanto)
Tim SAR atau Relawan, serta warga setempat saat melakukan pencarian korban. (Foto: Asun Nirwanto)

Ketua Tim SAR atau Relawan Dedi mengatakan, “relawan ada sekitar 20 orang yang terdiri dari berbagai Relawan di antaranya Orari, Organ, New palla dan dari PMI dalam pencarian korban di temukan sekitar Jam 4.15 WIB dalam pencarian sekitar 2 jam dari mulai persiapan sampai menemukan korban,” jelasnya.

Dan Dedi mengatakan ketika di konfirmasi oleh awak media. “Alhamdulillah tidak ada kesulitan dalam pencarian berjalan lancar dari tim relawan untuk mengevakuasi korban dan kesulitan nya jalan yang semput dan banyak ranting ranting sehingga tidak bisa memakai perahu karet untuk itu saya menurunkan perahu Kano serta peralatan jangkar serta tambang dan saya menghimbau kepada masyarakat di lokasi seperti ini agar berhati hati harus di pasang rambu rambu atau dinpagar terutama bagi anak anak kecil,” Pungkasnya.

Facebook Comments