Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBeritaEkonomi & Bisnis

Harga Beras di Pasar Rangkasbitung Lebak Banten Kian Mahal, Tembus Rp17 Ribu per Liter

453
×

Harga Beras di Pasar Rangkasbitung Lebak Banten Kian Mahal, Tembus Rp17 Ribu per Liter

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Pedagang Beras.(Foto : istimewa)

Triberita.com | Lebak Banten – Masyarakat di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mengeluhkan kondisi harga beras yang terus naik. Pasalnya, nilai jual komoditas pokok tersebut kini menembus Rp17 ribu per liternya.

Kenaikan ini terjadi secara terus-menerus di hampir semua jenis beras.

Di Pasar Rangkasbitung, harga beras untuk saat ini berkisar dari Rp13 hingga Rp17 ribu per liternya. Harga beras yang tinggi itu, juga berdampak terhadap penurunan omzet penjualan pedagang, serta dan berkurangnya daya beli pembeli.

“Untuk harga yang standar, yakni di harga Rp13 ribu per liternya, sedangkan untuk KW 2 itu Rp14 ribu, KW 1 Rp15 ribu dan Premium Rp17 ribu,” ujar Bu Etin, salah seorang pedagang beras di Pasar Rangkasbitung, Senin (19/2/2024).

Ia meminta, agar pemerintah bisa segera turun ke pasar untuk menstabilkan harga beras yang saat ini harganya sudah melambung tinggi.

“Semoga saja pemerintah bisa segera menstabilkan harga beras, karena dengan naiknya harga beras sangatlah membebani rakyat kecil seperti kami,” katanya.

Selain itu, berbagai bahan kebutuhan pokok masyarakat di Pasar Badak Pandeglang, mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Tak sedikit pula kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga hingga lebih dari 100 persen.

Kenaikan cukup tinggi dari komoditas cabai merah keriting, cabai cabai oranye, daun seledri, daun bawang, dan tomat, sudah terjadi sesudah Pemilu 2024

“Kenaikan ini terjadi sekitar dua hari pasca Pemilu 2024 lalu, harganya langsung melambung. Padahal sebelum Pemilu, harganya sudah naik juga. Makanya kami kaget,”ujar seorang warga, Senin (19/2/2024).

Dikatakannya, kenaikan harga bumbu dapur pasca Pemilu saat ini mencakup tomat yang sebelumnya dijual seharga Rp 5 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp 24 ribu.

Baca Juga :  Plt Wali Kota Bekasi Hadiri Extraordinary Congress Asosiasi PSSI, ini yang Dibahas

Cabai oranye dari Rp 24 ribu menjadi Rp 80 ribu per kilogram, cabai merah keriting dari Rp 40 ribu menjadi Rp 80 ribu per kilogram, cabai hijau dari Rp 20 ribu menjadi Rp 60 ribu per kilogram, dan daun bawang dari Rp 15 ribu menjadi Rp 30 ribu per kilogram.

“Kenaikan itu terjadi, kata pedagang, mungkin pasokannya kurang. Soalnya, kalau seperti tomat karena gagal panen, cabai juga sama seperti itu, naiknya ini bisa dua kali lipat,” katanya.

Hasbi seorang pedagang di Pasar Badak Pandeglang menjelaskan, tentunya dengan kenaikan harga bumbu dapur sangat mempengaruhi daya beli dalam penjualan.

“Kenaikannya sangat berpengaruh. Biasanya pembeli bisa membeli dua kilogram sehari, tetapi karena harga naik, sekarang mereka hanya membeli seperempat hingga setengahnya saja,” jelasnya.

“Sebagai pedagang, kita juga bingung bagaimana mengikuti kenaikan harga karena kami juga butuh makan. Tanpa berdagang, kita tidak bisa makan,” sambungnya.

Ia berharap, agar harga bahan-bahan bumbu dapur bisa kembali turun seperti semula, sehingga dalam penjualan maupun pembelian, tidak terlalu terdampak oleh kenaikan harga.

“Pembeli makin sepi. Pembeli juga mengeluh dengan kenaikan ini, namun kita tidak bisa berbuat apa-apa,” katanya.

Facebook Comments