Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBerita

Jemaat GKI Serang Banten Ibadah Perayaan Jumat Agung dan Perjamuan Kudus

219
×

Jemaat GKI Serang Banten Ibadah Perayaan Jumat Agung dan Perjamuan Kudus

Sebarkan artikel ini
Anak-anak sekolah minggu menyaksikan cerita perjalanan Tuhan Yesus menuju penyaliban. (Foto : Daeng Yusvin)

Triberita.com | Serang Banten – Setiap tahun, umat kristiani memperingati Hari Wafat Yesus Kristus, atau juga dikenal sebagai Jumat Agung.

Di tahun 2026 ini, Jemaat GKI Serang, Provinsi Banten, memperingati Hari Wafat Yesus Kristus atau Jumat Agung, dengan mengusung tema “Melampaui Salib”. Aparat kepolisian dari Polresta Serang Kota, hadir melaksanakan pengamanan.

Ibadah pada hari Jumat tanggal 3 April 2026, dipimpin oleh Pdt. Benny Halim, dengan tiga sesi kebaktian, yaitu pukul 07.00, 10.00, dan 17.00 WIB.

Setiap tahun, umat Kristen di seluruh dunia, mengenang peristiwa disalibnya Yesus Kristus atau Jumat Agung.

Pdt. Benny Halim memimpin Ibadah Jumat Agung dan Perjamuan Kudus Jemaat GKI Serang, Provinsi Banten, pada hari Jumat tanggal 3 April 2026. (Foto : Daeng Yusvin)

Selain Jumat Agung, juga terdapat Sabtu Suci yang termasuk dalam Pekan Suci sebelum Hari Kebangkitan Yesus Kristus atau Paskah.

Dalam kebaktian tersebut, juga dilaksanakan Perjamuan Kudus bagi jemaat sebagai bentuk perenungan dan penghayatan akan kasih pengorbanan Kristus.

Ibadah ini berlangsung dengan khidmat dengan diikuti oleh jemaat dari berbagai kalangan usia.

Pdt. Benny Halim menyampaikan, bahwa umat kristiani pada umumnya di Jumat Agung ini merayakan kematian Tuhan Yesus.

“Pada Jumat Agung ini, karena Yesus telah mati menggantikan kita, maka kita harus menghargai kehidupan,” terang Pdt. Benny Halim.

Pesan Pdt. Benny Halim, “Pada peristiwa Jumat Agung, kita semua diajak untuk melaihat cinta kasih Tuhan didalam diri kita selaku manusia, dan kita harus mengasihi sesama manusia karena Yesus telah mati.

Pada Ibadah Jumat Agung, ratusan anak-anak sekolah minggu usia batita dan balita difokuskan pada pengenalan kasih Yesus yang berkorban di kayu salib.

Ibadah dikemas khidmat dan sederhana, serta cerita perjalanan Tuhan Yesus menuju penyaliban, dimulai dari penangkapan di Getsemani, pengadilan hingga memikul salib ke Golgota.

Baca Juga :  Pemerintah Banten Adakan Mudik Gratis Lebaran Untuk Warga Banten, Begini Cara Daftarnya

Selain itu, anak-anak, juga diajak berdoa dengan melipat tangan dan diajarkan untuk tidak nakal, selalu melakukan hal-hal yang baik, serta setia kepada Tuhan Yesus dan lagu bertema kasih Yesus, bertujuan menanamkan makna pengorbanan tanpa membuat anak takut.

Facebook Comments