Triberita.com | Kabupaten Bekasi – Kondisi PT Bina Bangun Wibawa Mukti (BBWM) kini tengah berada dalam sorotan tajam. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten Bekasi ini dinilai terus menunjukkan tren penurunan performa dari tahun ke tahun.
Alih-alih memberikan deviden yang progresif, kontribusi perusahaan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bekasi justru dilaporkan kian menyusut.
Kritik keras ini dilemparkan oleh pengamat kebijakan publik, Abu Fitri Mu’min. Ia secara terang-terangan mendesak Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk segera melakukan penyegaran di kursi kepemimpinan dengan mencopot Direktur Utama BBWM, Prananto Sukodjatmoko.
Momentum desakan ini berbarengan dengan langkah Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, yang saat ini memang tengah melakukan evaluasi total terhadap seluruh jajaran BUMD di wilayah tersebut.
Penilaian Kondisi “Sakit Kronis”
Pria yang akrab disapa Fitri Bule ini melihat bahwa di bawah kendali Prananto, BBWM kehilangan taji. Padahal, perusahaan ini sebelumnya sempat memiliki rekam jejak kontribusi PAD yang menjanjikan bagi pembangunan daerah.
“BBWM ini sudah sakit kronis. Lebih dari satu dekade dipimpin orang yang sama, tapi kondisinya tidak pernah membaik, justru makin memburuk. Obatnya cuma satu, direktur utamanya harus diganti,” cetus Fitri Bule saat memberikan keterangan kepada awak media pada Jumat (27/2/2026).
Lebih lanjut, Fitri menekankan perbedaan mendasar antara status Perseroan Daerah (Perseroda) yang disandang BBWM dengan Perusahaan Umum Daerah (Perumda). Sebagai entitas bisnis, efisiensi dan laba seharusnya menjadi indikator utama, bukan sekadar alasan pelayanan publik.
“Kalau terus merugi, itu artinya ada yang salah dengan orang yang memimpinnya,” tegasnya.
Menurut Fitri, minimnya laba adalah cerminan langsung dari ketidakmampuan manajerial dalam mengelola aset daerah.

















