Triberita.com | Subang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Subang, Jawa Barat, mengakui kegagalannya dalam mencapai target partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024, yang baru saja berlangsung.
Angka partisipasi pemilih yang diperoleh jauh di bawah target yang ditetapkan sebelumnya. Kegagalan ini memicu berbagai sorotan dan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja KPU Subang dalam menjalankan tahapan penyelenggaraan pilkada.
Berdasarkan data resmi yang dirilis KPU Subang, tingkat partisipasi pemilih hanya mencapai angka 70,3 Persen, jauh di bawah target 80 Persen yang telah ditetapkan sebesar 80 Persen, Bahkan Lebih rendah Partisipasi Pilkada 2018 yang mencapai 73 Persen.
Rendahnya angka partisipasi ini menimbulkan sejumlah pertanyaan dan spekulasi mengenai faktor-faktor penyebabnya, sehingga bermunculan aksi unjuk rasa demo ke kantor KPU Subang.
Beberapa pihak menilai kurang efektifnya sosialisasi sebagai salah satu faktor utama penyebab rendahnya partisipasi pemilih. Meskipun KPU Subang telah melakukan berbagai upaya sosialisasi melalui media massa, media sosial, dan kegiatan tatap muka.
Kenyataannya, sosialisasi tersebut belum mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, khususnya di daerah-daerah terpencil dan kalangan pemilih pemula. Keterbatasan akses informasi dan pemahaman yang kurang baik tentang pentingnya berpartisipasi dalam pilkada juga menjadi faktor pendukung.
Selain itu, faktor lain yang turut andil dalam menurunkan angka partisipasi adalah apatisme politik. Rendahnya kepercayaan publik terhadap penyelenggara pemilu dan proses politik yang dianggap rumit serta kurang transparan turut berkontribusi pada minimnya antusiasme masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya.
Kejenuhan pemilih akibat berbagai isu politik nasional yang kompleks juga menjadi salah satu faktor yang tidak bisa diabaikan.
Selain itu, KPU Subang juga menghadapi tantangan berupa kendala infrastruktur dan logistik. Minimnya aksesibilitas di beberapa daerah, terutama daerah pegunungan dan kepulauan, menjadi hambatan dalam pendistribusian logistik pemilu dan pengawasan pelaksanaan pemungutan suara.
Hal ini mengakibatkan beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) mengalami keterlambatan pembukaan atau bahkan kekurangan logistik.
Menanggapi rendahnya partisipasi pemilih ini, Ketua KPU Subang, Abdul Muhyi, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Subang. Ia mengakui adanya kekurangan dalam kinerja KPU Subang dan berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh tahapan penyelenggaraan pilkada.
Dikatakannya, evaluasi tersebut akan difokuskan pada strategi sosialisasi, penanganan kendala logistik, serta peningkatan kualitas pengawasan.
“Kami menyadari bahwa kegagalan dalam mencapai target partisipasi pemilih merupakan tanggung jawab kami. Ke depan, kami berkomitmen untuk memperbaiki kinerja dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu agar partisipasi masyarakat semakin meningkat,” ujar Ketua KPU Subang.
Langkah-langkah perbaikan yang akan dilakukan KPU Subang, Abdul Muhyi memaparkan, antara lain adalah melakukan kajian mendalam terhadap faktor-faktor penyebab rendahnya partisipasi pemilih, meningkatkan kualitas sosialisasi dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, memperbaiki sistem logistik dan distribusi, serta memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan aparat keamanan.
Ia menjelaskan, kegagalan KPU Subang dalam mencapai target partisipasi pemilih ini menjadi pelajaran berharga bagi penyelenggaraan pemilu mendatang. Perbaikan secara menyeluruh dan komprehensif perlu dilakukan untuk memastikan terselenggaranya pilkada yang lebih demokratis dan partisipatif.
Menurut dia, partisipasi masyarakat yang tinggi merupakan kunci keberhasilan penyelenggaraan pilkada yang berkualitas dan representatif.
Harapannya, Abdul Muhyi menambahkan, evaluasi yang dilakukan KPU Subang dapat menghasilkan perubahan nyata dalam penyelenggaraan pilkada ke depan.
“Kepercayaan publik terhadap KPU sebagai lembaga penyelenggara pemilu harus direbut kembali, dengan kinerja yang lebih baik dan transparan,” tandasnya..
















