Scroll untuk baca artikel
Bencana AlamBeritaPeristiwa

Longsor di Bruno Purworejo, 3 Korban Tewas Berhasil Ditemukan, 1 Korban Hilang

534
×

Longsor di Bruno Purworejo, 3 Korban Tewas Berhasil Ditemukan, 1 Korban Hilang

Sebarkan artikel ini
Tim SAR Gabungan sedang berjibaku melakukan upaya pencarian korban tertimbun longsor di Dusun Peniron, Desa Plipiran, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah, pada Selasa (19/11/2024) malam. (Foto : istimewa)

Triberita.com | Jakarta – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama Tim Gabungan dari USS Kulonprogo (Kansar Yogyakarta), USS Banyumas dan Kantor SAR Cilacap, masih terus melakukan pencarian terhadap seorang warga yang hilang akibat tertimbun tanah longsor, di Dusun Peniron, Desa Plipiran, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah, pada Rabu (20/11/2024).

Pencarian ini merupakan lanjutan setelah bencana longsor terjadi, pada Selasa (19/11/2024) malam, dan baru ditemukan tiga warga setempat yang meninggal dunia.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, ketiga jasad korban meninggal dunia sudah ditemukan oleh tim gabungan yang di pimpin Kepala Kantor SAR Cilacap Jateng beberapa saat setelah tanah longsor terjadi pada Selasa (19/11/2024) malam.

“Ya, sementara satu orang korban yang dilaporkan hilang sedang dalam pencarian,” kata Abdul Muhari di Jakarta, Rabu (20/11/2024).

Menurutnya, pagi ini (Rabu 20/11/2024), petugas SAR gabungan melanjutkan operasi pencarian korban tersebut, setelah sebelumnya sempat dihentikan karena kondisi tanah di sekitar lokasi kejadian masih labil di beberapa titik dan dikhawatirkan runtuh usai diterpa hujan.

Berdasarkan data yang dihimpun petugas Kantor SAR Cilacap, korban yang hilang adalah perempuan bernama Windah Wahyuningsih (38) warga Dusun Peniron, Desa Plipiran, Bruno. Selain menimbulkan korban jiwa, longsor juga mengakibatkan satu rumah rusak berat.

Rumah yang tertimpa longsor diketahui milik Subur, warga Dusun Peniron RT 002 RW 003, Kecamatan Bruno. Warga penghuni rumah yang diperkirakan tertimbun adalah, Finda Wahyuningaih (39), Susanti (32), Refa Yamela (6), dan Mehrunnisaa Reya (4).

Setidaknya ada satu alat berat sudah dikerahkan oleh pemerintah daerah (pemda) setempat untuk membantu operasi pencarian korban di tengah tumpukan material longsoran tanah.

Baca Juga :  Puluhan Massa Karang Taruna Wibawa Mukti Kepung PT Sari Roti Jababeka, ini tuntutannya

Pusdalops BNPB menyatakan, tanah longsor terjadi setelah wilayah Desa Plipiran, Kecamatan Bruno, diguyur hujan yang berlangsung cukup panjang, sejak Selasa (19/11/2204) sore.

Hujan membuat medan perbukitan menjadi labil dan runtuh menimbun yang ada di bawahnya.
Laporan dari petugas gabungan yang diterima Pulsdalops BNPB, satu unit rumah warga, rusak tertimbun oleh material longsoran tersebut.

Menurut prakiraan cuaca, hujan berpeluang terjadi dengan intensitas ringan hingga sedang di wilayah Kecamatan Bruno. Warga diminta terus waspada dan siap siaga dalam menghadapi potensi bahaya hidrometeorologi, mengingat masih berpotensi hujan.

“Warga di sekitar lokasi dalam pendampingan BPBD Purworejo. Mereka diminta untuk waspada potensi longsor susulan, mengingat hujan diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan,” kata Abdul.

Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian masih berlangsung. Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui BPBD dan tim SAR gabungan berkoordinasi untuk memastikan seluruh korban dapat ditemukan.

Facebook Comments