Scroll untuk baca artikel
Bekasi RayaBerita

Luncurkan SIGAP, Pemkot Bekasi beri Perlindungan Jaminan Sosial untuk Belasan Ribu Pekerja Informal

640
×

Luncurkan SIGAP, Pemkot Bekasi beri Perlindungan Jaminan Sosial untuk Belasan Ribu Pekerja Informal

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama pekerja informal pada peluncuran Program SIGAP di Balai Patriot Pemkot Bekasi.(Foto: Hms Pemkot Bekasi)

Triberita.com | Bekasi Kota – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mewujudkan keberpihakan Pemerintah terhadap para pekerja rentan di sektor informal, seperti ojek daring, kuli bangunan, pedagang kaki lima, dan tukang becak, yang selama ini belum tersentuh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Keberpihakan itu ditunjukkan dengan resmi meluncurkan program inovatif bertajuk SIGAP (Siap Jaga Pekerja Informal), yang berlangsung di Balai Patriot Kota Bekasi.

Peluncuran dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Bekasi, Dr. Sardi Efendi, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jawa Barat, serta komunitas pekerja informal.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyampaikan bahwa masih rendahnya tingkat kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di Kota Bekasi—yang baru mencapai 44 persen—menjadi latar belakang utama lahirnya SIGAP.

“Banyak warga kita yang kerja keras tiap hari, mulai dari tukang ojek, pedagang keliling, buruh harian, hingga supir. Jika mereka sakit atau mengalami kecelakaan kerja, dampaknya langsung terasa pada keluarga. Melalui SIGAP, kami ingin pemerintah hadir untuk mereka,” ujar Tri.

Sebagai langkah awal, Program SIGAP langsung menyasar 11.666 pekerja rentan yang tersebar di seluruh kecamatan. Data penerima manfaat telah diverifikasi secara cermat oleh lintas dinas dan mitra aplikator ojek daring, fokus pada warga dengan kondisi ekonomi Desil 1 hingga Desil 5.

“SIGAP ini bukan cuma soal santunan, tapi soal keadilan sosial dan penghargaan atas kerja keras warga. Kami ingin pekerja informal merasa dilihat, dihargai, dan dilindungi negara,” tegasnya.

Momen haru terjadi ketika Wali Kota Tri berdialog langsung dengan Bang Dedi, seorang pengemudi ojek online yang menjadi penerima manfaat SIGAP.

Tri Adhianto menekankan pentingnya perlindungan tersebut dengan analogi sederhana namun mengena.
“Amit-amit ya. Kalau jatuh dari motor, bukan cuma helm yang nyelamatin, tapi juga BPJS lewat program SIGAP,” katanya disambut tawa.

Baca Juga :  Pemkot Bekasi Siagakan Lebih dari 50 Perahu untuk Wilayah Rawan Banjir

Bang Dedi pun mengungkapkan perasaannya setelah terdaftar. “Sekarang kalau kerja di jalan rasanya lebih tenang, Pak. Kalau ada apa-apa, keluarga saya gak bingung lagi,” ucapnya dengan nada penuh syukur.

Pemkot Bekasi memastikan Program SIGAP tidak hanya berhenti di tahap awal. Strategi keberlanjutan disiapkan melalui kolaborasi CSR, dengan mendorong dunia usaha berpartisipasi melalui program Corporate Social Responsibility. Kemudian juga gerakan PSR, dengan memperkuat solidaritas ASN melalui gerakan Personal Social Responsibility, mengajak ASN melindungi pekerja di lingkungan terdekat mereka.

Program SIGAP (yang merupakan inisiatif Pemkot Bekasi bersama BPJS Ketenagakerjaan) adalah bagian integral dari upaya mewujudkan Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ) di Kota Bekasi. Target jangka panjangnya adalah seluruh pekerja, baik formal maupun informal, terlindungi penuh pada tahun 2045, bertepatan dengan era Indonesia Emas.

Facebook Comments