Pada periode yang sama, tiyamah (paviliun) bergaya Eropa yang dirancang oleh Lucasz Cardeel, orang Belanda yang masuk Islam dibangun di kompleks masjid.
Masjid Agung Banten memiliki keunikan bangunan dengan alkuturasi 3 budaya, yaitu Arab, Cina, dan Eropa.

Letak Masjid Agung Banten juga berdekatan dengan Vihara Avalokitesvara dan kerajaan Kaibon.
Ciri khusus Masjid Agung Banten memiliki menara yang terlihat seperti mercusuar dengan bagian atapnya (bertumpuk lima) seperti Pagoda Cina.
Pada sisi kanan dan kiri, terdapat serambi yang merupakan kompleks pemakaman Sultan Banten.
Bangunan masjid ditopang dengan 24 tiang. Dinding bagian timur memisahkan ruang utama dengan serambi timur yang memiliki atap limas.
Pada dinding ini terdapat empat buah pintu dengan posisi rendah, supaya setiap orang yang masuk harus merunduk.
Makam Kerajaan Banten
Di masjid ini juga terdapat pemakaman sultan dan keluarga yang terletak di serambi masjid.
Di bagian serambi kiri, tepatnya utara masjid, terdapat makam Maulana Hasanuddin dan istri, Sultan Ageng Tirtayasa, dan Sultan Abu Nahr Abdul Qohhar.

















