Scroll untuk baca artikel
Bekasi RayaBencana AlamBerita

Merespon Peringatan BMKG, Pemkab Bekasi Keluarkan SE Waspada Gempa Megathrust

572
×

Merespon Peringatan BMKG, Pemkab Bekasi Keluarkan SE Waspada Gempa Megathrust

Sebarkan artikel ini
Pj Bupati Bekasi Dedy Supriyadi.(Foto: Pemkab Bekasi)

Triberita.com | Kabupaten Bekasi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menyikapi informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terkait kesiapsiagaan beberapa wilayah Zona Megathrust Indonesia.

Melalui surat edaran nomor BC.03.01/SE-99/BPBD/2024, Pemkab Bekasi menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapannya menghadapi potensi gempa bumi megathrust. SE ini juga menindaklanjuti adanya Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 128/PB.01.03/BPBD.

“Surat edaran ini ditujukan kepada seluruh kepala perangkat daerah, direktur badan usaha, forum penanggulangan risiko bencana, hingga komunitas atau pegiat kebencanaan,” kata Penjabat (Pj) Bupati Bekasi Dedy Supriyadi di Cikarang, Rabu (11/9/2024).

Berdasarkan informasi BMKG dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), lanjut Dedi, Indonesia sebagai wilayah zona megathrust memiliki potensi gempa bumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu dengan berbagai kekuatan yang cukup dahsyat.

Untuk itu pihaknya mengimbau segenap unsur terkait, untuk meningkatkan kesiapsiagaan baik mitigasi struktural maupun nonstruktural dengan membangun bangunan aman gempa, merencanakan tata ruang pantai yang aman tsunami, serta membangun kapasitas masyarakat untuk melakukan aksi dini agar selamat jika musibah terjadi.

“Melalui edaran ini, saya instruksikan seluruh jajaran terkait untuk meningkatkan mitigasi nonstruktural sehingga lebih siap dan antisipatif terhadap kemungkinan terjadi bencana di wilayah Zona Megathrust Pantai Selatan Jawa Barat,” katanya.

Dedy menjelaskan sejumlah upaya mitigasi yang dapat dilakukan antara lain, menyediakan dan memastikan ketersediaan papan informasi, rambu bahaya, jalur evakuasi, Tempat Evakuasi Sementara (TES) dan Tempat Evakuasi Akhir (TEA). Kemudian membangun Early Warning System (EWS) atau peringatan dini berbasis kearifan budaya setempat seperti kentongan, pengeras suara masjid, alarm, dan media komunikasi sejenis.

Selanjutnya meningkatkan edukasi dan literasi masyarakat, melakukan simulasi penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi dan tsunami sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap risiko gempa bumi dan tsunami.

Baca Juga :  Prakiraan Suhu di Jakarta - Bekasi Dan Sekitar Mencapai 36 Derajat Celcius

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi Muchlis menambahkan, melalui surat edaran ini, pihaknya berharap masyarakat dapat lebih siap dan antisipatif terhadap potensi gempa bumi dan tsunami yang kemungkinan berdampak hingga wilayah Kabupaten Bekasi.

“Seluruh masyarakat untuk tetap tenang, namun tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan, tetap beraktivitas normal seperti biasa. Apabila terjadi kejadian bencana, segera berlindung dan hubungi kontak darurat atau call center Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Bekasi,” harap Muchlis.

Facebook Comments