Triberita.com | Bandung – Gempa berkekuatan 4,9 magnitudo yang mengguncang wilayah Bandung dan Garut, Jawa Barat (Jabar) pada Rabu (18/9/2024), mengakibatkan ratusan orang dilaporkan mengungsi karena rumah mereka mengalami kerusakan dan puluhan orang luka-luka.
Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, melaporkan hingga pukul 14.00 WIB, terdapat 58 korban luka ringan, 23 korban luka berat, dan 450 orang mengungsi.
Dalam kejadian itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung mendirikan dapur umum di Kecamatan Kertasari untuk melayani 2.000 pengungsi korban gempa bumi agar dapat terpenuhi kebutuhan pangannya.
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan, gempa bumi magnitudo 5.0 menyebabkan 2.000 jiwa dari delapan desa di Kecamatan Kertasari terpaksa mengungsi sementara waktu, karena rumah mereka mengalami kerusakan sehingga berbahaya untuk ditempati.
“Maka dari itu, kita siapkan dapur umum untuk kebutuhan makannya. Kita juga kasihan, mereka tidak bisa masak karena kondisinya tidak bisa diam di rumahnya,” kata Dadang.
Dadang juga meminta warga untuk bertahan sementara waktu di pengungsian karena gempa susulan yang masih terus terjadi, sehingga rawan tertimpa material bangunan apabila memaksakan untuk pulang ke rumah.
Ia menyebut, bahwa telah terjadi sebanyak 26 kali gempa susulan pasca gempa magnitudo 5.0 yang berpusat di Kabupaten Bandung pada pukul 09.41 WIB.
“Kami menunggu asesmen dari BMKG apabila ternyata relatif aman, maka silakan warga untuk bisa memperbaiki ataupun membereskan rumahnya masing-masing serta masuk lagi ke rumahnya,” katanya.
Dadang juga memberikan instruksi langsung kepada jajaran, terkait untuk terus memantau kondisi di lapangan dan memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi.
“Dan tentunya, semua para kepala dinas yang kaitannya dengan penyelamatan, untuk bisa menanggulangi kebencanaan ini dengan memastikan kebutuhan dari para pengungsi terpenuhi,” ujarnya.
Dadang mengatakan, hingga saat ini terdapat enam desa yang terdampak gempa dengan ratusan rumah yang mengalami rusak ringan, rusak berat dan sedang. Korban gempa akan terlebih dahulu harus dievakuasi.
“Imbauan sementara ini kita menyiapkan tempat evakuasi. Saya sarankan bagi warga penduduk di sekitar Kecamatan Kertasari kalau bisa langsung ke tempat evakuasi yang sudah disediakan oleh tim,” katanya.
Sementara itu, Humas Ahli Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar Hadi Rahmat menambahkan, jumlah bangunan terdampak gempa mencapai 773 bangunan.
“Di Kabupaten Bandung, sebanyak 491 unit rumah warga rusak, bersama dengan 5 fasilitas kesehatan, 9 sarana pendidikan, 27 tempat ibadah, dan 18 fasilitas umum lainnya,” jelas Hadi.
Di Kabupaten Garut, tercatat kerusakan bangunan meliputi 209 unit rumah warga, 7 sarana pendidikan, dan 5 tempat ibadah.
Sementara itu, korban luka-luka tercatat ada di beberapa desa di Kecamatan Kertasari, Pangalengan, Arjasari, dan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung.
Di Kabupaten, juga tercatat ada korban luka. “Total korban luka di dua wilayah ini, mencapai 82 orang, dengan rincian 58 orang luka ringan dan 23 orang luka berat di Bandung, serta satu orang luka ringan di Garut,” ujar Hadi.

















