Scroll untuk baca artikel
Banten Raya

Pengamat Spiritual Sebut, Pulau Jawa akan Terbelah bila Gunung Slamet Meletus

81
×

Pengamat Spiritual Sebut, Pulau Jawa akan Terbelah bila Gunung Slamet Meletus

Sebarkan artikel ini
Pemukiman penduduk di kaki Gunung Slamet.(Ist)

Triberita.com | Cilegon Banten – Gunung Slamet yang merupakan gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa, setelah Gunung Semeru. Mitosnya, bila Gunung Slamet ini meletus, maka Pulau Jawa akan terbelah menjadi 2.

Di puncak Gunung Slamet, terdapat kawah yang sangat luas. Kawah itu bernama Segara Wedi (Lautan Pasir). Untuk menuju puncak Gunung Slamet, pendaki dapat melewati beberapa jalur, diantaranya Jalur Bambangan, Jalur Guci, Jalur Dukuhliwung dan Jalur Baturaden Gunung.

Saat ini, Gunung Slamet yang terletak di Jawa Tengah, sedang menunjukkan aktifitas dengan letusan-letusan yang cukup keras hingga terdengar mencapai puluhan kilometer.

Berdasarkan surat dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dengan Nomor 458.Lap/GL.03/BGV/2023 tertanggal 19 Oktober 2023, status Gunung Slamet ditingkatkan dari Level I atau Normal menjadi Level II atau Waspada.

Pengamat spiritual, Zaenal Ken Arok menyebutkan, letusan Gunung Slamet adalah sebagai pertanda keselamatan dan kekuatan bangsa ini mulai perlahan-lahan menipis, dan itu dimaksudkan agar manusia lebih mengingat lagi kepada Yang Maha Kuasa.

“Kalau dikaitkan dengan situasi politik, maka akan ada sedikit gejolak. Yang pinter pada keblinger, dan yang bodoh semakin dibodohi lagi,”ujar Ken Arok beberapa waktu lalu.

Dalam pandangan mata batin Ken Arok, dalam pemerintahan mendatang akan semakin banyak perselisihan, sehingga hal itu yang dapat membuat bangsa ini semakin mundur, bukannya semakin maju.

“Gunung Slamet memang tidak akan meletus hebat, hanya batuk-batuk saja, namun hendaknya hal ini sebagai pertanda agar manusia ingat kembali kepada Yang Maha Kuasa,” imbuh Ken Arok.

Dengan kejadian meletusnya Gunung Slamet, menurut Pengamat Spiritual berambut panjang dan beralis hampir menyatu ini, kita hendaknya harus lebih hati-hati, waspada, eling, dan menjaga semuanya, karena kalimat Slamet sendiri mengandung doa dan harapan agar selamat dan menyelamatkan.

Baca Juga :  Gempa M 7.8 Guncang Turki, Sejumlah Bangunan Runtuh Porak Poranda

Terlepas dari pengamatan mata batin Zaenal Ken Arok, sejak dahulu ada semacam anggapan di masyarakat, jika Gunung Slamet tersebut dahulunya sering meletus atau lainnya, maka mungkin sejak dahulu gunung tersebut tidak akan dinamakan Gunung Slamet hingga sekarang.

Namun tidak terbayangkan akibat yang ditimbulkan jika memang akhirnya Gunung Slamet benar-benar meletus, apalagi dengan letusan yang sangat besar, maka semua wilayah yang masuk dalam jangkuan semburan debu atau awan panas, dapat melumpuhkan Pulau Jawa, dimana jalur Pantura akan tersendat, jalur Selatan tidak dapat digunakan, dan jalur tengah akan lumpuh total.

Mungkin ini yang dimaksudkan oleh mitos yang mengatakan bahwa Pulau Jawa akan terbelah dua, dan akan terbentuk parit yang akan diisi oleh air laut, sehingga Pulau Jawa terbelah menjadi dua.

Penulis : Daeng Yusvin

Facebook Comments
Example 120x600