Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBeritaKesehatan

Perang Melawan Stunting, Libatkan Semua Eleman Dan Forum Genre

41
×

Perang Melawan Stunting, Libatkan Semua Eleman Dan Forum Genre

Sebarkan artikel ini

Berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2019, prevalensi stunting saat ini masih berada pada angka 27,67 persen

ilustrasi (foto: istimewa)
ilustrasi (foto: istimewa)

Triberita.com, Lebak Banten – Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas, merupakan syarat untuk membawa Indonesia Maju pada tahun 2045.

Penyiapan SDM unggul masih menghadapi hantu bernama “stunting”. Berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2019, prevalensi stunting saat ini masih berada pada angka 27,67 persen.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, melibatkan semua elemen untuk mencapai target penurunan stunting yang telah dicanangkan Presiden RI Joko Widodo, yakni tersisa 14 persen pada 2024.

“Kita bekerja keras dan melibatkan semua elemen untuk mencapai target itu. Semoga bisa direalisasikan,” kata Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi saat Pengukuhan dan Pelantikan Forum Generasi Remaja Berencana, Sabtu (26/8/2023).

Keterlibatan semua elemen maupun komponen, termasuk Forum Generasi Remaja Berencana (Genre) sangat diperlukan untuk penanganan tengkes.

Menurut dia, Genre bisa mensosialisasikan kepada teman- teman seusia remaja dengan mengajak menikah untuk perempuan usia 22 tahun dan laki-laki 25 tahun.

Selain itu, juga membangun rumah tangga harus memiliki pekerjaan sehingga dapat memenuhi ketersediaan pangan.

Setelah hamil nanti, kata dia, dapat melakukan pemeriksaan kesehatan rutin ke puskesmas sehingga melahirkan anak sehat dan tidak stunting.

Begitu juga para remaja putri usia SMP, SMA dan mahasiswa wajib minum tablet tambah darah guna menghindari kekurangan gizi.

“Kami mengapresiasi kehadiran Genre cukup peduli untuk penanganan stunting,” kata Ade Sumardi yang juga Ketua Tim Percepatan Penanganan Stunting Kabupaten Lebak itu.

Sekretaris Koordinator Penanganan Stunting, Dinas Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Lebak, Tuti Nurasiah mengaku optimistis target penurunan 14 persen angka stunting pada 2024 bisa terealisasi karena saat ini seluruh elemen berjalan baik.

Baca Juga :  Beredar Video Begal Bawa Pistol Dan Ngaku Polisi, Polres Tangsel Cek TKP

Pihaknya mengapresiasi kasus stunting di Kabupaten Lebak menurun dari 4.618 kasus pada 2022 menjadi 3.736 kasus pada April 2023.

Tuti menilai jika stunting juga disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti kesulitan ekonomi yang berdampak daya beli masyarakat menjadi rendah sehingga asupan gizi pada anaknya tidak terpenuhi.

Selain itu, stunting juga disebabkan oleh kondisi lingkungan yang kumuh dan tidak memiliki sarana air bersih serta sanitasi.

“Kita meyakini jika semua komponen berjalan baik dan saling mendukung dipastikan prevalensi stunting turun,” katanya menjelaskan.

Sementara itu, Siti Aminah peserta Genre mengatakan pihaknya akan bekerja keras untuk membantu penanganan stunting agar generasi bangsa memiliki sumber daya manusia yang berkualitas.

“Kita di forum Genre nanti memiliki agenda kerja mulai sosialisasi hingga seminar tentang pencegahan stunting, khusus memberikan edukasi kepada para remaja,” katanya.

Facebook Comments
Example 120x600