Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBerita

Pesan Utama Suku Baduy pada Gelaran Seba Baduy 2025

579
×

Pesan Utama Suku Baduy pada Gelaran Seba Baduy 2025

Sebarkan artikel ini
Masyarakat Baduy Dalam yang mengenakan busana putih dan ikat kepala (lomar) putih, selesai melaksanakan Seba di Gedung Negara Provinsi Banten, pada Minggu (4/5/2025) siang, berpamitan kepada Bapa Gede Gubernur Banten Andra Soni. (Foto : Daeng Yusvin)

Triberita.com | Lebak Banten – Masyarakat Baduy sudah selesai merayakan Upacara Seba yang dimulai pada tanggal 2 Mei hingga 3 Mei 2025 di Kantor Bupati Lebak, Kantor Bupati Pandeglang dan Pemerintah Provinsi Banten.

Sebelum meninggalkan Gedung Negara Provinsi Banten yang berlokasi di Jalan Brigjen KH Syam’un No. 5 Kota Serang, Gubernur Banten Andra Soni sebagai Bapak Gede melakukan Mumuluk Bareng (Sarapan Pagi Bersama, red) dengan masyarakat Baduy

Turut mendampingi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Lukman.

Mumuluk Bareng merupakan wujud kebersamaan Bapak Gede dengan masyarakat Baduy.

Bapa Gede Gubernur Banten Andra Soni, pada Minggu (4/5/2025) siang, bertempat di Gedung Negara Provinsi Banten, sedang mengantarkan masyarakat Baduy yang akan kembali ke kampung halaman di pedalaman Kabupaten Lebak dan akan tiba, Senin (5/5/2025). (Foto : Daeng Yusvin)

Dalam Mumuluk Bareng, Andra Soni menikmati sajian makanan khusus dari masyarakat Baduy kepada Bapak Gede berupa laksa dan sayur yang terbuat dari umbut atau batang muda rotan. Laksa adalah sebuah makanan berbahan tepung beras yang dilakukan fermentasi.

Usai Mumuluk Bareng, Andra Soni bersama Tinawati Andra Soni, mengantar dan melepas masyarakat Baduy di Gerbang Gedung Negara Provinsi Banten untuk melaksanakan Seba Panungtung di Pendopo Kabupaten Serang. Satu persatu warga Baduy pamit kepada Andra Soni dan Tinawati Andra Soni sambil berjabat tangan.

Masyarakat Baduy Dalam yang mengenakan busana putih dan ikat kepala (lomar) putih, mereka akan berjalan kaki untuk kembali ke kampung halaman di pedalaman Kabupaten Lebak dan akan tiba, pada Senin (5/5/2025) pagi.

Masyarakat warga Baduy, untuk melaksanakan Seba, berjalan kaki menempuh kurang lebih sepanjang 180 kilometer dari kawasan Baduy Dalam menuju Kota Serang hingga kembali lagi ke Baduy Dalam.

Meski sangat melelahkan, harus dilaksanakan karena merupakan bagian dari perintah leluhur yang harus dijaga dan dilestarikan, yakni bertemu dengan kepala daerah dan pejabat lainnya untuk menjalin silaturahim.

Baca Juga :  Gubernur Andra Soni: Pemprov Banten Komitmen Selesaikan Guru Honorer P1 dan R3 Database BKN
Gubernur Banten Andra Soni sebagai Bapak Gede saat melakukan Mumuluk Bareng atau sarapan pagi bersama dengan masyarakat Baduy, di Halaman Gedung Negara Provinsi Banten Jln Brigjen KH Syam’un No. 5 Kota Serang, Provinsi Banten, Minggu (4/5/2025). (Foto : Daeng Yusvin)

Tokoh masyarakat Badui atau Djaro Tanggungan 12 Saidi Putra mengatakan kegiatan perayaan upacara tradisi Seba bagian rukun adat setelah masyarakat Baduy Dalam melaksanakan Kawalu dengan puasa selama tiga bulan.

Pelaksanaan Kawalu fokus untuk mendekatkan diri kepada Tuhan yang Maha Esa, sehingga tertutup bagi wisatawan untuk memasuki kawasan pemukiman Baduy Dalam.

Dalam tradisi Seba, selalu menyampaikan pesan konsisten warga Baduy untuk menjaga hutan lindung agar tidak rusak yang bisa menyebabkan malapetaka bencana alam.

Warga Suku Baduy, meminta agar tiga gunung yang ada di wilayah Pandeglang tetap dijaga alam dan kelestariannya.

Menurut Jaro Saidi, tiga gunung tersebut memiliki nilai penting secara spiritual dan budaya bagi masyarakat adat. Karena itu, kelestariannya harus menjadi perhatian semua pihak.

“Urang nitipkeun Gunung Karang, dan Gunung Aseupan, Gunung Pulosari, Sumur Tujuh, Ranca Moyan, Gantarawang, Rawa Bedil, Batu Quran, Cikaduen jeung Sangiang Sirah.

“Gunung ulah dilebur, lembah jangan dirusak, pendek ulah disambung, dan lojong ulah dipotong.

Artinya, alam harus dijaga tetap apa adanya, tidak boleh ditambah atau dikurangi

Warga Baduy, berasal dari tiga kampung tangtu, yaitu Cibeo, Cikertawana, dan Cikeusik, serta berasal dari lima kampung panampi.

Kedatangan warga Baduy untuk Seba Gede di Gedung Negara Provinsi Banten, Jln Brigjen KH Syam’un No. 5, Kota Serang, Provinsi Banten, Sabtu (3/5/2025), diantar oleh Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah dan disambut Gubernur Banten Andra Soni.

Sebelumnya, pada Jumat (2/5/2025), ribuan masyarakat Baduy dalam dan Baduy luar melaksanakan prosesi adat seba dengan berjalan kaki dari desa Kanekes menuju Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten untuk bersilaturahmi dan menyerahkan hasil bumi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak sebagai ungkapan syukur atas panen melimpah, setelah sebelumnya menjalani Kawalu dan Seren Taun (Ngalaksa).

Baca Juga :  Polisi Pandeglang Banten Selidiki Rumah Hancur Akibat Ledakan Serupa Bom

Prosesi ritual seba berlangsung dengan khidmat dan disaksikan langsung oleh Deputi Pengembangan Destinasi & Infrasturktur Kemenparekraf RI, Perwakilan DPR RI, Forkopimda, Radya Sumedang Larang dan tamu undangan lainnya.

Usai menyambut, Gubernur Banten Andra Soni mengantarkan Warga Baduy ke tempat istirahat sambil menunggu ritual puncak Seba Baduy 2025 di Gedung Negara Provinsi Banten, sekitar pukul 19.00 WIB.

Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah dalam penyerahannya mengatakan, dirinya datang bersama 1.769 warga Baduy yang tinggal di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

“Saya mengantarkan untuk melaksanakan tradisi Seba ke Bapak Gubernur Banten Andra Soni. Ditukangeun Sim Kuring ngaleut ngeungkeuy Ngabandaleut dulur-dulur urang anu seja ngalaksanakeun tali paranti Seba ka Bapak Gede, Bapak Gubernur Banten,” kata Amir Hamzah dengan menggunakan Bahasa Sunda yang artinya, di belakang dirinya berduyun-duyun Saudara kita dari Baduy untuk melaksanakan ritual Seba ke Bapak Gede, Bapak Gubernur Banten.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, “Selamat Datang. Ahlan Wa Sahlan. Wilujeng Sumping kepada saudara-saudara kita semua dari Kanekes Baduy. Terima kasih kepada pengantar dari Pemerintah Kabupaten Lebak, sehingga saudara-saudara kita tiba di sini dengan selamat. Mari kita antar ke dalam, ke tempat untuk beristirahat,” kata Andra Soni.

Usai menyambut Warga Baduy, Andra Soni mengatakan, warga Baduy sangat menginspirasi semua masyarakat. Terutama dalam menjaga adat istiadat, budaya dan menjaga kelestarian alam.

Selain itu, Andra Soni menilai, warga Baduy adalah orang-orang yang disiplin. Salah satunya, sangat menghargai ketika ada salah seorang yang sedang berbicara.

“Ketika ada yang sedang berbicara, tidak ada satu pun warga Baduy yang mengeluarkan suara,” tandasnya.

Facebook Comments