Triberita com | Jakarta – Masyarakat dari berbagai pelosok di wilayah Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek) berdatangan ke silang Monumen Nasional (Monas) untuk menyaksikan parade, atraksi, pameran alutsista di acara Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional (TNI) ke-79.
Antusias masyarakat yang ingin menyaksikan atraksi aparat TNI tinggi, terlihat dari membludaknya stasiun-stasiun yang dilalui kereta listrik (KRL) Jabodetabek, dipadati penumpang yang sebagian besar menuju Monas. Terparah, di stasiun Manggarai. Stasiun sebagai sentra transit KRL dari berbagai arah ini pada Sabtu (5/10/2024) kemarin luar biasa padat dengan penampakan ribuan manusia berdesakan.
Petugas pun kewalahan membendung masyarakat yang terus berdatangan dari pagi sampai siang. Mereka rata-rata tujuannya ingin ke Monas menyaksikan HUT TNI ke-79
“Penumpang mulai ramai dari pagi, tujuan mereka semua rata-rata ingin ke Monas,” kata Suparna saat ditanya triberita, Sabtu (5/10/2024).

Menurut Suparna, penumpang yang ingin ke Monas benar-benar membludak, Ia dan petugas KAI lainya sampai berusaha menutup akses tangga ke peron, agar tidak terjadi penumpukan penumpang. Mereka rata-rata saat transit di stasiun Manggarai, langsung menuju peron arah Jakarta Kota, lalu turunnya di stasiun Juanda.
“Kami berusaha semaksimal mungkin agar tidak terjadi penumpukan penumpang, kasihan saling berdesakan, apalagi penumpang yang membawa anak kecil,” ujarnya.
Kepada penumpang, ia juga menjelaskan bahwa jika mau ke Monas, tidak harus naik kereta yang jurusannya ke Jakarta Kota.
“Ngga harus naik kereta yang ke Jakarta Kota, cari alternatif lain, biar ngga berdesakan dan ngga terjadi penumpukan di peron keberangkatan maupun di dalam kereta nya. Kan bisa naik kereta jurusan Bogor, atau Kampung Bandan, nanti turun di stasiun terdekat, lalu naik lagi menuju Jakarta Kota, jadi ga ada penumpukan di peron arah Jakarta Kota,” imbaunya.
“Naik saja jurusan Bogor atau Kampung Bandan, nanti di stasiun terdekat turun, lalu naik lagi kereta arah Jakarta Kota, ga akan bayar lagi selama penumpang masih berada di dalam stasiun, kecuali keluar stasiun,” tandas Suparna.
















