Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBerita

PHRI Banten : BMKG Kalau Memberikan Statement Harus Pakai Data, Jangan Membuat Kegaduhan dan Keresahan

496
×

PHRI Banten : BMKG Kalau Memberikan Statement Harus Pakai Data, Jangan Membuat Kegaduhan dan Keresahan

Sebarkan artikel ini

Menyayangkan statement Deputi Bidang Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Suko Prayitno Adi, terkait

Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Propinsi Banten, GS Ashok Kumar. (Foto: Daeng Yusvin)
Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Propinsi Banten, GS Ashok Kumar. (Foto: Daeng Yusvin)

Triberita.com, Cilegon Banten – Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Propinsi Banten, GS Ashok Kumar, menyayangkan statement Deputi Bidang Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Suko Prayitno Adi, terkait.

“peringatan akan adanya potensi gempa bumi dan tsunami di Wilayah Kota Cilegon, Provinsi Banten,”

Menurut GS Ashok Kumar, stament Suko Prayitno Adi tersebut, akan membuat gaduh dan nantinya akan timbul dugaan – dugaan yang berefek tidak baik bagi semua usaha pariwisata di Provinsi Banten.

“Kita masyarakat Banten baru saja bangkit dari Pandemi Covid-19, sekarang ditambah isu potensi akan ada terjadinya tsunami. Sementara kunjungan wisatawan pasca lebaran Idul Fitri adalah momentum yang di tunggu – tunggu para pengelola pariwisata. Mana nuraninya,” jelas Asok.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan akan adanya potensi gempa bumi dan tsunami di Wilayah Kota Cilegon.

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Suko Prayitno Adi saat Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Maung Tahun 2023 di depan Polres Cilegon, pada Senin (17/4/2023).

Menyoal statement Ia juga mempertanyakan parameternya apa BMKG mengeluarkan statement itu. Sementara alat pendeteksi tsunami saja, BMKG tidak punya.

“Memangnya BMKG punya alat pendeteksi tsunami. Belum ada kan. Jangan sembarangan mengeluarkan peringatan akan adanya potensi gempa bumi dan tsunami,” terang Ashok mempertanyakan.

Lanjut Asok, disaat orang sudah pada boking tempat wisata, kemudian muncul isu begini, pastinya akan berimbas pada keberlangsungan wisata, khususnya di Provinsi Banten.

Akibat statement BMKG yang tidak didukung dengan data, akhirnya wisatawan akan berpidah kewilayah lain. Sementara PHRI Banten sudah berupaya melakukan berbagai cara guna memajukan wisata di Banten, guna meningkatkan PAD.

Baca Juga :  Akibat Hujan Deras, Satu Rumah Milik Warga Roboh di Kota Cilegon Banten

“Berbagai branding, advertising, dan selling yang sejak jauh-jauh hari sudah kami persiapkan, akhirnya pupus hanya karena  pemberitaan dari statement BMKG yang tidak disertai data,” tegas Asok.

Lebih lanjut, Asok berharap, ketika mau mengeluarkan statemen harus dengan data. Dan lagi, kenapa statemet seperti ini selalu disampaikan setiap mau Lebaran atau tahun baru.

“Tahun kemarin, hal yang sama dilakukan BMKG, dengan statement ada petensi tsunami 10 meter, tapi tidak terbukti. Kalau memang benar ada potensi gempa bumi dan tsunami, kenapa tidak dilakukan evakuasi dini terhadap warga disekitar pesisir pantai dan disekitar pelabuhan,” tegasnya.

Facebook Comments