Scroll untuk baca artikel
Subang

Pj Bupati Subang Terancam Dilaporkan Kemendagri

389
×

Pj Bupati Subang Terancam Dilaporkan Kemendagri

Sebarkan artikel ini
Pj Bupati Subang. (Foto: Istimewa)

Triberita.com | Subang – Di tengah peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia dan Hari Hak Asasi Manusia (HAM), puluhan mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Subang menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Kantor Bupati Subang, Kamis (12/12/2024). Aksi ini diwarnai dengan orasi-orasi berapi-api yang menyoroti lambannya penanganan kasus-kasus korupsi di Kabupaten Subang dan kinerja Penjabat (Pj) Bupati Subang, Imran.

Para mahasiswa, yang tampak bersemangat, menyatakan kegelisahannya atas sejumlah kasus korupsi yang hingga kini belum menemui titik terang. Mereka menuntut transparansi dan akuntabilitas dari pemerintah daerah dalam menyelesaikan permasalahan ini. Bendera HMI dan sejumlah poster yang bertuliskan tuntutan mereka berkibar di tengah kerumunan massa.

“Kami datang ke sini bukan untuk mencari masalah, tapi untuk mengingatkan pemerintah akan tanggung jawabnya kepada rakyat,” teriak salah satu orator di depan Kantor Kejari Subang. Suaranya lantang, menggema di sekitaran kantor pemerintahan tersebut.

Orator tersebut melanjutkan orasinya dengan menyebutkan beberapa contoh kasus yang hingga kini belum menemukan titik terang, termasuk dugaan penyimpangan anggaran di beberapa proyek infrastruktur dan pengadaan barang dan jasa.

Aksi di depan Kantor Kejari Subang lebih difokuskan pada desakan percepatan penyelesaian kasus-kasus yang sudah dilaporkan. Mahasiswa meminta Kejari Subang untuk bekerja lebih profesional dan transparan dalam mengungkap kasus korupsi, serta menuntut agar para pelaku korupsi dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku. Mereka juga meminta Kejari untuk lebih proaktif dalam menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan korupsi.

Selanjutnya, aksi berlanjut di depan Kantor Bupati Subang. Di sini, sasaran kritik mahasiswa mengarah pada kinerja Pj Bupati Imran. Mereka menilai Pj Bupati belum menunjukkan komitmen yang kuat dalam memberantas korupsi di Subang.

Baca Juga :  Menyoal Kisruh di Banten, Komunitas Relawan Jokowi Bakal Sambangi KSP dan Kemendagri

“Pemerintahan yang di pegang oleh PJ Bupati ini, hanya seremonial semata. Tidak ada tindakan nyata yang dilakukan untuk memberantas korupsi,” ujar salah satu orator dengan nada kecewa.

Mahasiswa juga menyoroti kurangnya kerjasama antar Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) dalam upaya menciptakan pemerintahan yang bersih.

“Seharusnya, Pj Bupati Imran bisa memberikan contoh yang baik dengan membangun kerjasama yang solid antar instansi untuk menciptakan Subang yang lebih transparan dan akuntabel, tapi kenyataannya tidak ada langkah konkrit yang terlihat,” tegas orator lainnya.

Mereka menuntut agar Pj Bupati Imran segera mengambil langkah-langkah nyata untuk menyelesaikan kasus-kasus korupsi yang belum terselesaikan dan mencegah terjadinya korupsi baru di masa mendatang.

Aksi demonstrasi yang berlangsung beberapa jam ini berjalan dengan tertib dan lancar. Pihak kepolisian tampak mengawal aksi tersebut untuk memastikan keamanan dan ketertiban. Meskipun tuntutan mahasiswa belum mendapat tanggapan langsung dari pihak Kejari dan Pemkab Subang, aksi ini setidaknya telah menyuarakan keresahan masyarakat Subang terkait isu korupsi dan harapan untuk pemerintahan yang lebih bersih dan berintegritas.

Ke depan, masyarakat Subang menantikan tindak lanjut nyata dari pemerintah daerah atas tuntutan yang disampaikan mahasiswa HMI Subang ini.

Facebook Comments