Triberita.com | Subang Jabar – Menanggapi isu aksi mogok kerja dan rencana demonstrasi armada pengangkut sampah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Subang, Andri M. Priatna, menegaskan bahwa pihaknya terus berjuang melakukan penanganan sampah secara optimal meskipun dihimpit kendala infrastruktur dan cuaca ekstrem.
Andri mengakui adanya laporan mengenai puluhan truk sampah yang terjebak di jalur menuju tempat pembuangan akibat kondisi medan yang berat. Terkait hal ini, ia menjelaskan bahwa DLH telah menyiagakan alat berat di lokasi untuk membantu evakuasi armada yang kesulitan melintas.
”Alat berat kita ada di sana. Jika ada armada yang terjebak, kita langsung bantu dengan alat berat yang kita punya agar distribusi tetap berjalan,” ujar Andri dalam sesi wawancara.
Dilema Anggaran dan Infrastruktur
Mengenai desakan perbaikan jalan akses, Andri menyatakan bahwa kewenangan anggaran infrastruktur tidak berada sepenuhnya di DLH. Pihaknya mengaku terus melakukan komunikasi dengan pihak terkait agar masalah ini segera mendapat perhatian, mengingat kondisi jalan yang rusak dapat merusak kendaraan operasional, baik milik pemerintah maupun pihak ketiga.
”Kalau infrastruktur, kita terus mengkomunikasikan kepada pihak yang terkait. Kita paham masalah operasional di lapangan dan sudah berupaya maksimal,” tambahnya.
Andri juga menepis isu adanya armada yang membuang sampah di luar lokasi resmi. Ia memastikan bahwa seluruh sampah yang diangkut tetap fokus didistribusikan ke wilayah Jalupang.
”Sampah tidak akan habis setiap hari. Kami berharap masyarakat juga turut berperan dalam menjaga kesehatan umum, sementara kami di dinas terus mengoptimalkan semua langkah pendorongan sampah yang ada,” pungkasnya.

















