Scroll untuk baca artikel
Bekasi RayaBerita

Semangat “Ngabuburit” Produktif: Ibu-Ibu PKK RW 16 Margahayu Kompak Gelar Bazar Takjil

270
×

Semangat “Ngabuburit” Produktif: Ibu-Ibu PKK RW 16 Margahayu Kompak Gelar Bazar Takjil

Sebarkan artikel ini
Ketua UMKM RW 16 Margahayu Kota Bekasi bersaa para ibu-ibu PKK di depan lapak dagang takjil.(Foto: doc redaksi)

Triberita.com | Bekasi Kota – Bulan suci Ramadan tak sekadar menjadi momen ibadah bagi Tim Penggerak PKK RW 16 Perumahan Margahayu, Bekasi Timur. Di tengah tantangan ekonomi yang kian terasa, para ibu ini justru makin kompak berikhtiar saling bahu-membahu mengais rezeki lewat gelaran bazar takjil yang meriah.

Langkah nyata ini diinisiasi oleh Ketua UMKM RW 16, Ibadiyanti, yang mendapat dukungan penuh dari Ketua RW 16, Andi Permana, serta Ketua TP PKK RW, Hartini. Tak tanggung-tanggung, dukungan yang diberikan berupa fasilitas lengkap bagi warga yang ingin berdagang: lahan strategis, tenda, hingga meja disediakan secara cuma-cuma alias gratis tanpa biaya sewa.

Kepada Triberita.com, Ibadiyanti menceritakan bagaimana suasana hangat yang tercipta di lokasi jualan.

“Di bulan Ramadan ini, kami membuka bazar Ramadan seperti makanan dan minuman. Alhamdulillah, ibu-ibu yang menjual dagangannya sangat antusias. Rasanya tidak ada capeknya, mereka semangat sekali untuk berjualan,” tutur Ibadiyanti dengan nada bangga.

Kekompakan ini melibatkan anggota PKK dari 12 RT yang ada di wilayah RW 16. Menariknya, produk yang dijajakan bukan sekadar titipan, melainkan hasil olahan tangan sendiri. Mereka berkumpul di pinggir jalan Margahayu, tepat di lokasi yang telah disiapkan pengurus RW, untuk menjajakan aneka menu berbuka.

Dari Lontong hingga Dimsum: Menu Lengkap Hasil Kreasi Mandiri

Variasi produk yang ditawarkan pun sangat beragam dan menggugah selera. Ibadiyanti memaparkan daftar menu yang sukses menarik minat pembeli, mulai dari makanan berat hingga camilan ringan.

“Ada lontong oncom dan sayuran, kolak, pecel sayur, urap, sayur sop, dimsum, peyek, hingga pempek. Tidak ketinggalan aneka gorengan seperti pastel, bakwan, risol, aneka kue, serta berbagai minuman manis dan jus buah segar,” urai Yanti mendetail.

Baca Juga :  Polres Cilegon Gelar Panen Raya Jagung dan Gerakan Pangan Murah

Menatap Peluang di Luar Ramadan

Bagi warga RW 16, kekompakan ini adalah jawaban atas kondisi ekonomi yang sedang sulit. Momentum Ramadan dijadikan titik awal untuk belajar berwirausaha secara kolektif.

“Insyaallah, diawali dengan bulan Ramadan ini, selanjutnya kita akan terus belajar. Harapannya, setelah Ramadan usai, tetap ada peluang untuk melanjutkan usaha berdagang ini,” ungkapnya optimis.

Sebagai Ketua UMKM, Yanti berharap kegiatan positif ini bisa berkelanjutan dan mendapatkan perhatian lebih dari pihak berwenang. Ia memimpikan para anggota PKK bisa mendapatkan pelatihan dan pembinaan langsung dari pemerintah.

Harapan Besar: Legalitas dan Pemasaran yang Naik Kelas

Meski dimulai secara perlahan, Yanti menekankan pentingnya bimbingan teknis dari Pemerintah Kota Bekasi. Baginya, pembinaan bukan sekadar pelatihan gratis, melainkan pendampingan nyata dalam mengurus legalitas usaha.

“Kami sangat berharap ada bimbingan mulai dari pembuatan izin PIRT, Sertifikat Halal, Surat Keterangan Usaha (SKU), dan legalitas lainnya. Selain itu, kami juga butuh arahan agar produk kami punya kemasan atau packaging yang bagus,” tandas Yanti.

Ia menutup perbincangan dengan harapan besar agar produk-produk dari RW 16 Margahayu bisa dikenal lebih luas, bahkan mendapat bantuan dalam hal pemasaran agar mampu menopang kebutuhan ekonomi keluarga sehari-hari secara mandiri.

Facebook Comments