Triberita.com | Subang Jabar – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) DOBRAK (Demokrasi Barisan Rakyat Kecil) Kabupaten Subang menyatakan akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran pada Kamis, 26 Februari 2026. Aksi ini merupakan respons atas kondisi darurat sampah dan rusaknya infrastruktur jalan menuju TPA Jalupang yang telah terbengkalai selama bertahun-tahun.
Ketua Umum LSM DOBRAK, Dedi Ediansyah, menegaskan bahwa aksi ini dipicu oleh penderitaan para sopir truk sampah dan masyarakat yang terdampak langsung oleh buruknya tata kelola sampah di Subang. Berdasarkan data lapangan, akses jalan menuju TPA Jalupang yang hancur sejak tahun 2021 telah menyebabkan puluhan armada pengangkut sampah mogok dan rusak masif pada bagian kaki-kaki kendaraan.
“Pemandangan belasan sopir dan puluhan truk sampah yang mogok berhari-hari sudah menjadi hal biasa yang ditemui di lokasi,” ujar salah satu narasumber dalam diskusi terkait kondisi Jalupang.
Kondisi ini diperparah saat musim hujan, di mana armada sering terjebak dalam lumpur hingga tidak bisa kembali untuk mengangkut sampah di wilayah perkotaan. Dalam aksi yang diperkirakan akan diikuti oleh 150 orang tersebut, LSM DOBRAK membawa beberapa tuntutan utama:
Perbaikan Infrastruktur: Mendesak Pemerintah Daerah Subang segera memperbaiki jalan akses TPA Jalupang yang menjadi urat nadi distribusi sampah.
Menuntut perhatian atas kerugian teknis yang dialami armada akibat medan jalan yang tidak layak.
Dedi Ediansyah menyatakan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam melihat anggaran miliaran rupiah terbuang sia-sia sementara kota dikepung sampah dan kendaraan pekerja hancur.
“Jika tidak ada tindakan nyata, kami tidak segan untuk menggugat Pemerintah Daerah Subang ke pemerintah pusat atas kelalaian pelayanan publik ini,” tegasnya.
Aksi direncanakan akan dimulai dengan titik kumpul di Terminal Subang, kemudian bergerak menuju Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kantor Bupati Subang untuk menyampaikan tuntutan secara langsung. Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas PUPR,
Ditempat terpisah, Andri M. Priatna Kepala dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Subang menyatakan bahwa pihaknya selama ini sudah berupaya optimal dengan menyiagakan alat berat untuk membantu armada yang terjebak, namun mengakui bahwa kebijakan perbaikan jalan berada di tingkat koordinasi yang lebih tinggi.
”Sampah tidak akan habis setiap hari. Kami berharap masyarakat juga turut berperan dalam menjaga kesehatan umum, sementara kami di dinas terus mengoptimalkan semua langkah pendorongan sampah yang ada,” pungkas Kadis DLH Subang itu.
















