Meskipun beredar kabar bahwa korban terlibat dalam insiden yang melibatkan gangster, kata dia, investigasi yang dilakukan oleh anggota unit penegakan hukum (gakkum) membantah klaim tersebut.
Hal itu dinyatakan, setelah anggota unit gakkum (penegakan hukum) melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), kejadian tersebut merupakan kecelakaan lalu lintas adu banteng yang melibatkan kendaraan roda dua (vario & Scoopy).
Setelah melakukan pemeriksaan dan olah Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) dengan cermat, polisi menegaskan bahwa kejadian tersebut merupakan kecelakaan lalu lintas. Peristiwa ini terjadi dalam konteks adu banteng antara kendaraan roda dua, yaitu sepeda motor jenis Vario dan Scoopy.
“Kami telah mengonfirmasi kepada saksi maupun korban di RS (Rumah Sakit) bahwa kejadian tersebut merupakan kecelakaan adu banteng antara kendaraan roda dua (vario dan scoopy) yang mengakibatkan seorang karyawati yang mengendarai scoopy tutup usia, jadi bukan karena sekelompok gangster,” jelasnya.
Ia menambahkan, tidak ada luka senjata tajam yang diderita korban tersebut, namun hanya luka akibat benturan kecelakaan.

















