Triberita.com | Lebak Banten – Seorang gadis bernama Ani (14), yang kini tinggal bersama ibunya, sementara ayah kandung sudah meninggal dunia.
Ani adalah penderita hidrosefalus (pembengkakan kepala akibat penumpukan cairan di otak) sejak masih bersia 4 tahun, saat ini berdomisili di Desa Cisimeut Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Ani bersama orangtua dan adik-adiknya, asal Kampung Sukarahmat, Desa Cisimeut, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, sangat membutuhkan uluran tangan dermawan untuk menjalani pengobatan.
“Anak kami mulai terkena penyakit ini sejak usia 4 bulan, hingga kini sudah 18 tahun,” ujar Aminah (55), ibu Ani, Minggu (29/12/2024).
Ani kini tergolek lemah di atas rumah panggung yang terbuat dari kayu dan bambu. Rumah sederhana yang ditempati, sudah tidak layak huni, sehingga keluarga Ani juga membutuhkan bantuan stimulan dari pemerintah atau dermawan untuk memperbaiki kondisi tempat tinggal mereka.
Aminah, yang kini menjadi tulang punggung keluarga setelah suaminya meninggal dunia, merasa kesulitan untuk membiayai pengobatan Ani, meskipun memiliki kartu BPJS Kesehatan bantuan pemerintah.
“Dulu kami pernah membawanya ke Puskesmas, tapi setelah mendengar biaya operasi yang besar, kami terpaksa mundur. Kami bahkan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, apalagi biaya untuk menunggu selama pengobatan,” ungkap Aminah.
Ani dan Ibunya, mengakui bahwa pada 2018, keluarganya sempat menerima bantuan dari pemerintah sebesar Rp500 ribu. Namun, sampai saat ini bantuan tersebut sudah tidak diterima lagi.
“Kami berharap ada uluran tangan dari dermawan maupun pemerintah agar Ani bisa menjalani operasi dan sembuh,” harapnya.
















