Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBerita

Sekda Cilegon Pimpin Upacara Hari Pahlawan ke 80, Ajak Masyarakat Teladani Nilai-nilai Kepahlawanan

115
×

Sekda Cilegon Pimpin Upacara Hari Pahlawan ke 80, Ajak Masyarakat Teladani Nilai-nilai Kepahlawanan

Sebarkan artikel ini
Upacara peringatan Hari Pahlawan ke-80 di halaman Kantor Wali Kota Cilegon, pada hari Senin tanggal 10 November 2025. (Foto : Daeng Yusvin)

Triberita.com | Cilegon Banten – Sekretaris Daerah Kota Cilegon Maman Mauludin, mengajak masyarakat terus meneladani nilai-nilai kepahlawanan, semangat dan mengenang jasa pahlawan bangsa.

Mentalitas para pahlawan harus kita tiru dan implementasikan dewasa ini, meskipun musuh yang dihadapi oleh para pahlawan dulu dengan musuh yang kita hadapi zaman sekarang tentu saja berbeda.

Hal tersebut, dikatakannya saat upacara memperingati Hari Pahlawan ke-80 yang berlangsung di halaman Kantor Wali Kota Cilegon, Senin (10/11/2025).

“Mereka bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga hari ini. Perjuangan mereka dari Sabang hingga Merauke, adalah pengorbanan tanpa pamrih demi masa depan bangsa yang kini kita nikmati,” kata Maman.

Lebih lanjut, Maman menekankan tiga keteladanan utama dari para pahlawan yang patut diterapkan di masa kini, yakni kesabaran, semangat kebangsaan, dan pandangan jauh ke depan.

“Kesabaran para pahlawan, adalah fondasi perjuangan yang melahirkan kemerdekaan sejati. Mereka tidak tergesa-gesa, tetapi menempuh jalan panjang dengan ilmu, strategi, dan keikhlasan. Dari kesabaran itu, kita belajar untuk tidak mudah menyerah menghadapi tantangan zaman,” tuturnya.

Sekda Maman juga menyoroti semangat para pahlawan yang mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya.

“Setelah kemerdekaan diraih, mereka tidak berebut jabatan atau balasan. Mereka kembali ke rakyat, mengajar, membangun, dan mengabdi. Di situlah kehormatan sejati, bukan pada posisi, tetapi pada manfaat yang ditinggalkan,” jelas Maman.

Menutup amanatnya, Maman mengingatkan, bahwa perjuangan masa kini tidak lagi dilakukan dengan bambu runcing, melainkan melalui ilmu, empati, dan pengabdian.

“Namun semangatnya tetap sama, membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal. Semangat inilah yang terus kita hidupkan melalui kerja nyata dan pengabdian tulus, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya,” pungkasnya.

Facebook Comments
Baca Juga :  Jadi Stadion Kebanggaan, Sekda Maman Ajak Pegawai Turut Merawat Stadion Geger Cilegon