Scroll untuk baca artikel
BeritaSubang

Sentuhan Kemanusiaan Ditengah Badai Hukum: dr Maxi Bantu Guru Ngaji Penderita Rematik Autoimun

261
×

Sentuhan Kemanusiaan Ditengah Badai Hukum: dr Maxi Bantu Guru Ngaji Penderita Rematik Autoimun

Sebarkan artikel ini
dr Maxi Saat Menyenguk Warga Subang Seorang Guru Ngaji Empat Tahun Terbaring Akibat Autoimun.(Foto: Harun)

Triberita.com | Subang – Di tengah pusaran kasus hukum yang melibatkan dirinya, mantan Kepala Dinas Kesehatan Subang, dr Maxi, menunjukkan sisi kemanusiaannya dengan terjun langsung ke tengah masyarakat.

dr Maxi, yang saat ini menjadi sorotan dalam kasus dugaan gratifikasi dan pencemaran nama baik, menjenguk dan memberikan bantuan kepada seorang warga lanjut usia yang menderita sakit menahun.

​Guru Ngaji Empat Tahun Terbaring Akibat Autoimun

​Sosok yang dijenguk adalah Kokom (60), warga Kampung Mekarsari, Desa Gambarsari, Kecamatan Pagaden, Subang. Selama empat tahun terakhir, Kokom harus menahan derita parah akibat penyakit rematik autoimun. Kondisi ini melumpuhkan aktivitas hariannya, termasuk kegiatan mulia mengajar mengaji yang telah bertahun-tahun ia tekuni.

​Menurut informasi, penyakit rematik autoimun yang diderita Kokom telah mencapai tingkat keparahan yang membuatnya hanya mampu terbaring di kasur.

​”Sudah empat tahun hanya di kasur, tidak kuat duduk,” tutur Kokom dengan nada pilu.

​dr Maxi Turun Tangan, Siap Fasilitasi Pengobatan Lanjutan

​Mengetahui kondisi memprihatinkan ini, Dr. Maxi, yang kini mengelola Klinik Happy Healthy, datang langsung ke kediaman Kokom untuk memberikan bantuan, motivasi, dan menjamin tindak lanjut pengobatan.

​dr Maxi menjelaskan bahwa ia akan memastikan kondisi kesehatan Kokom secara lebih terperinci.

​”Guna mengetahui secara pasti penyakit yang diderita, akan dilakukan pengecekan kesehatan. Jika diperlukan rujukan, kami siap memfasilitasi,” ujar dr Maxi.

​Ia memberikan semangat kepada Kokom, menegaskan bahwa peluang untuk sembuh masih terbuka lebar asalkan pasien rutin menjalani pengobatan.

“Kami terus memotivasi Bu Kokom agar semangat berobat. Peluang sembuh masih sangat besar,” tambahnya.

​Kedatangan dan perhatian dari dr Maxi disambut haru oleh Kokom.

Baca Juga :  Insentif Guru Ngaji di Subang Berpotensi Dihapus, Lebaran 2025 Tanpa Perhatian Pemda

“Alhamdulillah bisa bertemu Pak dr. Maxi. Terima kasih banyak atas bantuan dan kepeduliannya,” ucapnya.

​Aksi kepedulian ini memberikan kontras yang kuat terhadap pemberitaan seputar dr Maxi, menunjukkan bahwa di luar isu hukum yang sedang dihadapinya di Mapolres Subang, ia tetap aktif menjalankan peran di sektor kesehatan dan kemanusiaan.

Facebook Comments