Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Sidang Kabinet Paripurna Perdana, Presiden Prabowo Tekankan Efisiensi Anggaran Negara dan Pentingnya Kerja Sama Tim

414
×

Sidang Kabinet Paripurna Perdana, Presiden Prabowo Tekankan Efisiensi Anggaran Negara dan Pentingnya Kerja Sama Tim

Sebarkan artikel ini
Presiden RI Prabowo Subianto didampingi Wapres Gibran Rakabuming Raka memimpin Sidang Kabinet Paripurna perdana, digelar di Ruang Sidang Kabinet, Jakarta, Rabu (23/10/2024).(Foto: Istimewa)

Triberita.com ǀ Jakarta – Sidang Kabinet Paripurna perdana dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto, digelar di Ruang Sidang Kabinet, Jakarta,  Rabu (23/10/2024).

Sebagaimana diketahui, Kabinet kepemimpinan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat ini adalah Kabinet Merah Putih.

Saat memimpin sidang kabinet tersebut,  Presiden Prabowo menegaskan pentingnya kerja sama tim dan konsolidasi internal di setiap kementerian dan lembaga.

“Penyusunan tim sangat penting, tim yang baik, tim yang bisa kerja sama akan memudahkan kita mencapai target-target yang kita tentukan,” ujar Presiden dalam pengantarnya, seperti dikutip dari laman resmi Setpres, Rabu (23/10/2024)

Di kesempatan tersebut, Presiden juga mengumumkan rencana untuk mengadakan pembekalan di Magelang, Jawa Tengah, dalam beberapa hari mendatang.

Untuk memperkuat kerja sama tim dan semangat patriotisme dalam menjalankan tugas negara, kegiatan tersebut, menurut Presiden, akan dilakukan di kawasan Akademi Militer.

“Daerah Magelang merupakan suatu sentra perlawanan kita terhadap penjajah mulai ratusan tahun dikenal sebagai daerah perjuangannya Pangeran Dipenogoro. Di antara lima gunung itu saya kira cukup membawa suatu aura tradisi keberanian, tradisi heroisme, tradisi cinta Tanah Air,” ungkap Presiden.

Dalam sidang tersebut, Presiden juga menjelaskan struktur kabinet yang terdiri dari 48 menteri dan beberapa badan strategis, yang lebih banyak dibandingkan pemerintahan-pemerintahan sebelumnya.

Menurut Presiden, banyaknya jumlah tersebut diperlukan untuk mengelola negara dengan wilayah sebesar Eropa Barat dan penduduk terbanyak keempat di dunia.

“Ini tidak masalah, yang penting kita bekerja dengan efisien, yang penting kita tidak bekerja dengan seenaknya,” tegasnya.

Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya efisiensi dalam penggunaan anggaran negara. Ia meminta seluruh menteri untuk meninjau kembali alokasi APBN dan mengurangi kegiatan yang bersifat seremonial atau perjalanan luar negeri yang tidak esensial.

Baca Juga :  Gunung Semeru Kembali Meletus Beberapa Kali, Status Siaga

“Fokus kita adalah pembangunan ekonomi kesejahteraan rakyat ke dalam. Jangan mengada-ada, studi banding, belajar Pramuka ke negara lain, saya minta efisien,” ucap Presiden.

Lebih lanjut, Presiden juga menjelaskan alasan memperkuat peran Kepala Staf Kepresidenan serta membentuk dua badan baru, yakni Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus serta Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan.

Badan-badan ini, kata Presiden, akan berperan dalam memonitor pelaksanaan proyek pemerintah dan memastikan program-program perlindungan sosial berjalan dengan efektif.

“Bukan saya ingin mencampuri pekerjaannya kementerian-kementerian, tidak. Tapi saya ingin membantu di mana ada bottleneck, di mana ada kesulitan, segera kita atasi,” ujar Presiden.

Presiden pun menegaskan pentingnya reformasi birokrasi untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada rakyat. Ia meminta para menteri tidak ragu-ragu mengganti pejabat yang tidak patuh atau bekerja dengan baik.

“Begitu banyak orang yang mau mengabdi, tidak ada orang di sini yang kebal, yang tidak patuh, tidak bekerja keras untuk bangsa dan negara dan rakyat, saudara saya beri wewenang copot segera,” tegas Presiden.

Facebook Comments