Triberita.com | SUBANG – Konflik internal di pemerintahan Kabupaten Subang Jawa Barat yang melibatkan pimpinan dan bawahan semakin memanas, menyeret perhatian berbagai elemen masyarakat dan lembaga.
Polemik ini mencuat bersamaan dengan isu sensitif lainnya, seperti dugaan korupsi dan gratifikasi yang dilontarkan oleh dr. Maxi, serta laporan pencemaran nama baik.
Namun, di tengah riuhnya polemik tersebut, muncul pertanyaan besar mengenai sikap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang memilih bungkam, padahal Subang adalah tanah kelahirannya sendiri.
Sorotan Ketua Macan Ali Nusantara
Sorotan tajam ini datang dari Ketua Macan Ali Nusantara, Sukandi, yang secara terbuka mempertanyakan minimnya komentar dari sang Gubernur.
”Fenomena konflik internal pemerintahan antara pimpinan dan bawahan di Subang ini sudah meluas, melibatkan beberapa tokoh masyarakat dan elemen lembaga.
Namun, ada satu hal yang menarik: Bapak Gubernur kita hari ini bungkam, sementara kejadian ini di tanah kelahirannya sendiri,” ujar Sukandi.
”Itu yang menjadi pengamatan saya secara pribadi,” sambungnya.
Dua Spekulasi di Balik Sikap Bungkam
Menurut Sukandi, sikap diam Gubernur Dedi Mulyadi menimbulkan spekulasi dan pertanyaan yang lebih besar di kalangan publik. Kebisuan Gubernur ini dihubungkan dengan trend Dedi Mulyadi yang sering mengunggah kegiatannya sebagai konten di media sosial.
Sukandi menyiratkan dua kemungkinan utama di balik kebisuan tersebut, yakni ‘Dianggap Biasa Saja?’
“Apakah hal tersebut dianggap biasa-biasa saja sehingga tidak menjadi perhatian Bapak Gubernur kita?” tanyanya.
Kemungkinan kedua, ’Tidak Menarik untuk Konten?’
“Ataukah tidak menarik untuk dijadikan konten sehingga beliau turun, namun tidak di-up di media?” tambahnya.
Pernyataan Sukandi ini menggiring opini publik untuk bertanya: Apakah konflik serius di kampung halaman Gubernur dianggap kurang krusial dibandingkan isu-isu lain yang sering diresponsnya secara publik?
Sikap Dedi Mulyadi, yang lahir di Subang, di tengah carut-marutnya konflik internal dan isu korupsi di Kabupaten Subang, kini menjadi misteri yang menanti jawaban.

















