Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBeritaSosial Budaya

Tokoh Agama Di Lebak Banten, Minta Umatnya Perkuat Persatuan Antarumat Beragama

245
×

Tokoh Agama Di Lebak Banten, Minta Umatnya Perkuat Persatuan Antarumat Beragama

Sebarkan artikel ini

Termasuk dalam hal perbedaan keyakinan, bangsa Indonesia harus saling menghormati dan menghargai

Triberita.com, Lebak Banten – Bhinneka Tunggal Ika merupakan semboyan bangsa Indonesia. Semboyan tersebut memiliki makna ‘berbeda-beda tetapi tetap satu jua’, yang artinya adalah bangsa Indonesia harus tetap satu di tengah ragamnya perbedaan. Termasuk dalam hal perbedaan keyakinan, bangsa Indonesia harus saling menghormati dan menghargai.

Moderasi beragama, merupakan salah satu langkah untuk menghargai perbedaan keyakinan di tengah masyarakat. Dengan selalu bertindak adil, seimbang, dan tidak ekstrem dalam praktik beragama, akan membawa keharmonisan dan kerukunan dalam kehidupan beragama antar umat.

Pada kesempatan ini, Pendeta Gereja Pasundan Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Pendeta Robert, mengajak umatnya untuk memperkuat persatuan antar umat beragama, guna untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik.

“Kita terus memelihara dan melestarikan kerukunan dan keharmonisan antar umat beragama yang sudah baik menjadi semakin kuat,” kata, Robert di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, dikutip Triberita.com. Pada Minggu (23/7/2023).

Selama ini, katanya kerukunan antarumat beragama baik Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, Konghucu dan Kepercayaan di Kabupaten Lebak relatif baik dan penuh kedamaian.

Keberagaman merupakan kekayaan yang diberikan Tuhan kepada bangsa Indonesia untuk memelihara dan melestarikan kerukunan dengan saling menghormati, menghargai dan tolong menolong tanpa memandang perbedaan keyakinan, suku, bahasa, sosial dan budaya.

Bahkan, dirinya selama tinggal di Kabupaten Lebak merasa aman dan damai serta tidak ada konflik horisontal.

Karena itu, dirinya setiap khutbah selalu menyampaikan pesan terhadap umatnya untuk memperkuat persatuan dengan terjalinnya kerukunan dan keharmonisan di masyarakat.

Selain itu juga umatnya agar menebar kasih sayang dan saling tolong menolong sesama umat beragama.

Sebab, kata dia, dirinya lahir dengan keberagaman itu, sehingga harus dibangun persatuan dan persaudaraan.

Baca Juga :  Tergiur Dijanjikan Pekerjaan, Gadis ABG Pelajar Asal Malingping Lebak Banten Jadi Korban Rudapaksa

“Kami meyakini melalui persatuan itu dapat meningkatkan kesejahteraan bagi umat manusia dengan penuhi kedamaian dan kasih sayang,” kata, pendeta kelahiran Manado, Sulawesi Utara.

Pendeta Robert mengatakan bahwa umatnya di Gereja Pasundan Rangkasbitung juga ada dari suku jawa, sunda, batak, NTT, dan lainnya tetap menjalin kerukunan di masyarakat.

Bahkan, umatnya juga melakukan kegiatan sosial dengan jalan santai antarumat beragama yang digagas oleh Kementerian Agama setempat.

Selain itu juga kegiatan gereja memberikan bantuan sosial berupa sembako kepada masyarakat yang tidak mampu juga ke pondok pesantren.

Selama ini, Gereja Pasundan Rangkasbitung menggandeng Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Nahdlatul Ulama (NU), Kementerian Agama, dan pemuka agama lain untuk membangun persatuan keberagaman.

“Kami terus memperkuat persatuan dengan melestarikan kerukunan umat beragama agar penuh kedamaian dan kasih sayang,” katanya, menjelaskan.

Sementara itu, Sekretaris FKUB Kabupaten Lebak KH Ahmad Hudori mengatakan pihaknya selama ini terus membangun komunikasi antarumat beragama agar tercipta kedamaian dan kebersamaan untuk membangun bangsa ini menjadi bangsa yang kuat dan besar sehingga dapat terwujud kesejahteraan.

Facebook Comments