Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBeritaPeristiwa

4 Wilayah di Provinsi Banten Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir

480
×

4 Wilayah di Provinsi Banten Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir

Sebarkan artikel ini
Kantor BMKG Stasiun Meteorologi Serang, di Jalan Raya Taktakan No.27, Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Provinsi Banten, 42162. (Foto : Daeng Yusvin)
Kantor BMKG Stasiun Meteorologi Serang, di Jalan Raya Taktakan No.27, Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Provinsi Banten, 42162. (Foto : Daeng Yusvin)

Triberita.com | Serang Banten – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan adanya empat wilayah di Provinsi Banten berpotensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang, pada Sabtu (6/1/2024).

BMKG Serang mengeluarkan peringatan dini waspada potensi hujan lebat dan petir disertai angin kencang pada empat daerah di Banten, yaitu Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang.

Peringatan dini waspada potensi cuaca buruk tersebut, menurut Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Kelas I Serang, Tatang Rusmana, karena berpeluang menimbulkan bencana alam seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung.

Sementara itu empat daerah lainnya di Provinsi Banten, yaitu Kota Tangerang Selatan, Kota Cilegon, Kota Serang, dan Kabupaten Serang, tidak berpotensi cuaca buruk.

Pada siang hari cuaca berawan hingga hujan ringan berpotensi terjadi di Kota Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Serang.

Cuaca pada pagi hari, wilayah Banten berawan dengan suhu udara rata-rata 23-33 derajat Celsius dengan kelembapan 60 – 95 persen, dan angin bergerak dari arah tenggara hingga barat daya, berkecepatan 05-25 kilometer/jam.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini waspada bagi pelaku pelayaran, khususnya perahu nelayan dan kapal tongkang, yang melintasi perairan selatan Banten, Samudera Hindia selatan Banten di pesisir Kabupaten Lebak, dan Selat Sunda bagian selatan Banten di pesisir Kabupaten Pandeglang, karena tinggi gelombang antara 1,25 meter sampai 2,50 meter.

Sementara itu penyeberangan Pelabuhan Merak – Bakauheni, menurut Tatang Rusmana, relatif normal dan aman untuk pelaku pelayaran, khususnya perahu nelayan, kapal feri, kapal tongkang, kapal pesiar, dan kapal kargo, melintasi perairan Selat Sunda bagian utara, karena tinggi gelombang rendah hanya 1,25 meter.

Facebook Comments