Triberita.com | Kabupaten Bekasi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) saat ini tengah berupaya menekan angka kematian ibu dan bayi. Dalam upaya tersebut, Dinkes meluncurkan program Rumah Sakit Berbasis Masyarakat pada 2025.
Diadaptasi dari kesuksesan Kota Cirebon, Dinkes Kabupaten Bekasi mensosialisasikan program ini secara daring dan luring di Aula Diskominfosantik, Komplek Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat Rabu (17/9/2025) kemarin.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Bekasi, Masrikoh, menjelaskan bahwa keberhasilan program ini terletak pada pelibatan aktif masyarakat.
“Rencananya Kabupaten Bekasi akan mencontoh Kota Cirebon,” ujar Masrikoh, dikutip dari laman resmi Pemkab Bekasi, Kamis (18/9/2025).
Model ini, dikatakan Masrikoh, bukan hal baru, namun perlu penguatan dari sisi regulasi dan dukungan pimpinan daerah agar bisa berjalan optimal.
Inti dari program ini adalah mengoptimalkan peran kader kesehatan di setiap wilayah. Kader-kader ini akan menjadi mata dan telinga pemerintah di lapangan, bertugas memantau ibu hamil dan melaporkan kondisinya secara berkala.
Laporan tersebut selanjutnya menjadi acuan bagi tenaga medis di Puskesmas hingga rumah sakit untuk memberikan intervensi yang diperlukan.
Masrikoh menegaskan, program ini sangat krusial mengingat tingginya angka kematian ibu di Kabupaten Bekasi yang pada tahun 2024 berada di posisi ketiga terbawah di tingkat nasional.
“Targetnya jelas, yaitu menekan angka kematian ibu dan bayi. Kami optimis karena sebagian besar fondasi program sudah ada,” pungkasnya, menekankan pentingnya sinergi antara regulasi, koordinasi, dan peran vital kader di lapangan.

















