Triberita.com | Tangerang Banten – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, mencatat sebanyak 5.413 jiwa terdampak bencana banjir akibat curah hujan yang tinggi hingga menyebabkan meluapnya beberapa aliran sungai di daerah itu.
Banjir yang merendam permukiman warga ini, berasal dari curah hujan yang terjadi sejak Jumat (16/2/2024) lalu, hingga mengakibatkan meluapnya aliran Sungai Cisadane, dan sebanyak 22 orang warga Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluknaga, mengungsi akibat banjir menggenangi rumah warga, pada Sabtu (17/2/2024).
“Hujan yang mengguyur Kabupaten Tangerang sejak beberapa hari lalu, membuat empat desa di dua kecamatan terendam banjir, yaitu Desa Tanjung Burung, Tanjung Pasir, ketiganya di Kecamatan Teluknaga dan Desa Keramat di Kecamatan Pakuhaji. Ada sekitar 22 warga kita evakuasi dari lokasi banjir, mereka adalah warga rentan seperti lansia dan anak-anak,” kata Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat, Sabtu (17/2/2024).
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat mengatakan, dari jumlah ribuan jiwa yang terdampak banjir tersebut, terdapat 19 rukun tetangga (RT) dengan ketinggian air mencapai 20 centimeter hingga 100 centimeter.
“Ketinggian air beragam, mulai dari 20 centimeter sampai 100 centimeter. Namun, di beberapa titik sudah ada yang mulai surut,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, bencana alam banjir dari luapan aliran sungai ini telah terjadi sejak pagi hari. Hingga sebagian warga terpaksa harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
“Ada sekitar 22 warga yang kita evakuasi ke tempat lebih aman, karena mereka masuk warga yang rentan seperti lansia dan anak-anak,” katanya.
Menurut dia, situasi saat ini, sebagian warga yang terdampak masih memilih bertahan di rumah masing-masing sambil menanti air surut.
“Sebagian masih bertahan di rumah, karena air mulai surut,” ujarnya.
Adapun untuk dua wilayah kecamatan yang menjadi korban banjir, di antaranya Kecamatan Teluknaga ada sebanyak 5.413 jiwa. Kemudian, di Kecamatan Pakuhaji, tepatnya di Desa Keramat sebanyak 200 kepala keluarga.
“Upaya penanganan bencana, pemerintah daerah melalui BPBD setempat telah membuka beberapa posko pengungsian bagi warga terdampak. Dan sejumlah bantuan logistik dalam memenuhi kebutuhan para korban, juga sudah disalurkan. Juga kita bangun dapur untuk memenuhi kebutuhan para korban,” kata dia.

















