Selanjutnya, Helldy juga meminta pihak PT CAP untuk segera mengunjungi warga terdampak bau tidak sedap yang bersumber dari PT CAP, serta membentuk tim untuk memantau kondisi masyarakat terdampak, dan menyalurkan bantuan berupa susu murni untuk diberikan langsung kepada warga masyarakat yang terdampak.
“Ke depan saya minta agar apabila terjadi shutdown memberitahukan terlebih dahulu agar kami sosialisasikan ke masyarakat,” tegasnya.
Saat ini, lanjut Helldy, tim dari Pemkot Cilegon mulai dari Puskesmas hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dibantu Kodim 0623 Cilegon,dan Polres Cilegon, sudah turun ke lapangan untuk memberikan pendampingan kepada warga terdampak.
“Kami minta masyarakat untuk bersabar, karena ini sudah ditangani. Mudah-mudahan ada jalan keluar,” ujar Heldy.

Usai bertemu pihak Chandra Asri, Wali Kota Cilegon kemudian mengunjungi Puskesmas Ciwandan untuk mengetahui kondisi warga yang tengah dirawat akibat menghirup bau tak sedap.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon Sabri Mahyudin mendesak agar PT. Chandra Asri segera melakukan perbaikan dan penanggulangan untuk menghentikan dampak bau.
“Bau tak sedap mulai tercium sekitar pukul 03.00 di wilayah Kecamatan Ciwandan, Kecamatan Grogol, Kecamatan Citangkil dan sekitarnya. Warga mengeluhkan mata perih, sesak napas dan mual muntah,” katanya.

















