Triberita.com | Serang Banten – Dalam upaya meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke Desa Wisata Keris, di Aeng Tong Tong, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) melalui program studi D3 Teknik Informatika PSDKU Sumenep, telah menyalurkan bantuan berupa Aplikasi E-Tourism yang mencakup fitur Virtual Tour dan Audio Tour Guide.
Bantuan ini diharapkan dapat memudahkan wisatawan dalam mengeksplorasi keunikan dan kekayaan budaya yang ada di desa tersebut.
Khoironi, seorang dosen dari PENS Kampus Sumenep, yang juga menjabat sebagai koordinator pengembang aplikasi menyampaikan, bahwa aplikasi ini dirancang khusus untuk membantu wisatawan yang sering kali merasa kebingungan ketika mencoba menemukan lokasi Desa Wisata Aeng Tong Tong.
Aplikasi ini tidak hanya memandu wisatawan, tetapi juga berfungsi sebagai alat pengembangan pariwisata bagi warga setempat.
“Aplikasi ini merupakan hasil karya mahasiswa kami, dan telah dirancang untuk terus dikembangkan ke depannya,” ujar Khoironi.
Ia menekankan, bahwa keberadaan aplikasi ini sangat penting, terutama karena banyak wisatawan yang sering kali tersesat atau kesulitan menemukan jalan menuju desa tersebut.
Dengan bantuan aplikasi ini, wisatawan dapat dengan mudah menemukan lokasi yang mereka tuju. Selain itu, aplikasi ini, juga dilengkapi dengan fitur Audio Tour Guide yang menyediakan informasi tentang keris dan para empu (pembuat keris) yang ada di Desa Aeng Tong Tong.
Kini, aplikasi ini sudah tersedia di Playstore dan dapat diunduh dengan kata kunci pencarian “wisata keris.” Selain itu, aplikasi ini, juga dapat diakses melalui pencarian di Google dengan mengunjungi situs kerissumenep.com.
“Melalui wawancara dengan para empu keris, kami menemukan, bahwa banyak wisatawan yang merasa bingung saat mencari jalan menuju Desa Aeng Tong Tong atau Wisata Keris ini,” tambah Khoironi.
Khoironi berharap, bantuan aplikasi yang dibuat oleh mahasiswa PENS Kampus Sumenep ini, dapat memberikan manfaat yang besar bagi para wisatawan dan masyarakat setempat.
Khoironi menambahkan, Ia melihat aplikasi ini sebagai langkah awal yang penting dalam pengembangan Desa Wisata Aeng Tong Tong, sehingga mampu menarik lebih banyak pengunjung di masa mendatang.
Oleh : Khoironi, dosen PENS Kampus Sumenep

















