Triberita.com | Subang – DPP LSM Anti Korupsi Seluruh Indonesia (AKSI) lakukan aksi unjuk rasa mendatangi sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Subang dengan massa sekitar 150 Orang, pada Rabu (22/5/2024).
Ketua Umum DPP LSM AKSI Warlan sebagai penggerak massa mengatakan terdapat sejumlah isu/permasalahan yang saat ini terjadi di Kabupaten Subang, diantaranya Dinas Pertanian Kabupaten Subang T.A. 2023 yakni Program UPPO, JUT, RJIT, dan Rice Milling (Upland Lanjutan) yang janggal dan tentu saja merugikan masyarakat terkhusus Kelompok Petani.
Warlan menyebutkan, ada rekayasa yang dibangun oleh Dinas Pertanian pada program Upland dan tim yang dipilihnya pun orang-orang yang sudah diatur.
“Ada keterlibatan Bupati Subang Ruhimat pada kasus korupsi ini yang ujung-ujungnya hanya merugikan masyarakat Tani. Kami juga menilai Dinas pertanian tidak ada respon atas kondisi terkini para Petani baik itu berkenaan dengan kondisi lahan, bantuan yang tidak jelas, tidak ada upaya-upaya semacam penyuluhan. Padahal Subang mendapat predikat sebagai penyangga pangan nomor 3 nasional,” ujar Warlan
menyampaikan aspirasi pada audiensi yang dilakukan di ruang Kepala Dinas Pertanian Subang Nenden Setyawati.
Selanjutnya LSM AKSI membahas terkait rencana pembangunan Mall yang tak kunjung menemukan titik terang, tidak ada kejelasan, yang justru dinilai merugikan kelompok pedagang Pujasera karena terancam dipindahkan tanpa jelas lokasi pemindahannya.
Disamping itu Warlan juga menilai lemahnya penanganan kasus-kasus Korupsi di Kab. Subang yang melibatkan Dinas-dinas serta IRDA Subang seolah acuh akan hal tersebut.
“Semua bermuara pada PJ. Bupati Subang, segala permasalahan berbau korupsi pasti terkait dengan Pemda dan PJ Bupati. Kalau perlu kami belikan Tiket Pesawat apabila PJ Bupati tidak lagi sanggup untuk menangani permasalahan-permasalahan ini,” tegas Warlan.

















