Scroll untuk baca artikel
Subang

Dugaan Pungli Rekrutmen Rp5 Juta Mencuat, Manajemen PT Matsuoka Tegaskan Masuk Kerja Gratis

200
×

Dugaan Pungli Rekrutmen Rp5 Juta Mencuat, Manajemen PT Matsuoka Tegaskan Masuk Kerja Gratis

Sebarkan artikel ini
Suasana PT.Matsuoka PatokBeusi Kabupaten Subang Jawa Barat

Triberita.com | Subang – Pihak manajemen PT Matsuoka angkat bicara mengenai isu miring yang menyebutkan adanya pungutan liar (pungli) sebesar Rp5 juta bagi calon pelamar kerja di perusahaan mereka. Perwakilan perusahaan, Heris Purnomo, secara tegas membantah informasi tersebut dan menyebutnya sebagai berita bohong.

​Klarifikasi Manajemen: Rekrutmen Tanpa Biaya

​Heris menegaskan bahwa sistem rekrutmen di PT Matsuoka dijalankan secara transparan, tanpa dipungut biaya apa pun. Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada isu-isu yang beredar di luar saluran resmi perusahaan.

​”Berita itu bohong Pak. Saya pun sudah klarifikasi melalui kanal YouTube Abah Betmen dan Instagram resmi kami. Masuk Matsuoka itu gratis,” tegas Heris dalam keterangannya untuk meluruskan informasi yang berkembang.

​Waspadai Oknum di Luar Perusahaan

​Terkait adanya keluhan pelamar yang diminta sejumlah uang, Heris menjelaskan bahwa jika praktik tersebut benar-benar terjadi, pelakunya bukanlah dari internal manajemen. Ia menengarai adanya pihak-pihak luar yang memanfaatkan tingginya minat warga Subang untuk bekerja di PT Matsuoka.

​”Kalau ada masalah pungli, kebanyakan itu dilakukan oleh oknum di luar Matsuoka,” tambahnya.

Hal ini sejalan dengan temuan tim Disnakertrans Subang saat melakukan sidak, di mana pihak dinas meminta perusahaan memperketat pengawasan agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan pelamar maupun pekerja.

​Sistem Kontrak dan Pengawasan Dinas

​Meskipun perusahaan telah membantah adanya pungli, sistem kontrak kerja di perusahaan tetap menjadi perhatian dinas terkait.

Sebelumnya, tim Disnakertrans yang diutus Kepala Dinas Rona Mairansyah menyoroti pentingnya kepastian administratif bagi para pekerja, termasuk dalam hal dispensasi dan perlindungan hak.

​Setiap tahun, ratusan pelamar memang tercatat mengadu nasib di perusahaan garmen ini. Tingginya persaingan ini menjadi celah bagi oknum luar untuk melakukan penipuan dengan modus “uang masuk”, sehingga manajemen PT Matsuoka kembali mengingatkan agar pelamar mengikuti prosedur resmi yang telah ditetapkan perusahaan.

Baca Juga :  Sengketa Tanah Blok Paseh: Ketakutan Warga Subang Dibalik Proyek 500 Juta USD dan Hilangnya Kawasan Resapan Air pada Revisi Terbaru RTRW 2025

​Komitmen Terhadap Iklim Kerja Sehat

​Klarifikasi ini diharapkan dapat meredam keresahan publik yang sebelumnya sempat dihebohkan oleh kasus pelecehan seksual oleh oknum leader di pabrik yang sama.

Manajemen PT Matsuoka menyatakan akan terus berupaya memperbaiki sistem internal dan menjalin komunikasi yang baik dengan publik guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap iklim industri di Kabupaten Subang.

Facebook Comments