Scroll untuk baca artikel
Bekasi RayaBerita

Fatal, Komisi II Berang Gegara ini, Pansel Calon Pemimin PDAM Tirta Tarum Karawang Bakal Dipanggil

205
×

Fatal, Komisi II Berang Gegara ini, Pansel Calon Pemimin PDAM Tirta Tarum Karawang Bakal Dipanggil

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi II DPRD Karawang, Asep Dasuki
Ketua Komisi II DPRD Karawang, Asep Dasuki

Triberita.com,  Karawang – Ketua Komisi II DPRD Karawang, Asep Dasuki merasa berang (kesal), lantaran pembentukan Panitia Seleksi (Pansel) calon pemimpin Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Tarum Karawang, tanpa melibatkan Komisi II sebagai leading sektor. Dia mengaku, pihaknya baru mengetahui keberadaan pansel terbentuk setelah ramai pemberitaan media.

“Perumdam itu kan bagian dari pelayanan kepada masyarakat. Bagaimana melayani masyarakat, jika tidak ada keterbukaan, dengan kami saja tidak transparan,” ujar pria yangi akrab di sapa Asda kepada Triberita.com usai memimpin Rapat, Kamis (26/1/2023).

Dia menuding Pemerintah Daerah (Pemda) selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) Perumdam Tirta Tarum, tidak transparan, untuk itu pihaknya mengundang pansel mempertanyakan kaitan dengan mekanisme seleksi calon direksi Perumdam Tirta Tarum Karawang yang sudah habis masa jabatan sejak 6 Agustus 2022 lalu.

Asda menambahkan, pada pertemuan itu pihaknya juga mempertanyakan soal regulasi sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) dan Peraturan Daerah (Perda) yang akan dilaksanakan Pansel.

“Terkait seleksi direksi seharusnya diadakan rutinitas pertemuan. Bahkan ini pun baru pertama kali adanya pertemuan, sebelumnya Komisi II tidak pernah dilibatkan. Seharusnya dari awal melibatkan Komisi II,” terangnya.

Asda menegaskan, meski pansel memaparkan jika menjaring calon direksi dengan menggunakan sistem PO BOX, pihaknya pun berharap seleksi dilakukan secara terbuka dengan menampakkan para calon direksi sesuai dengan aturan.

“Pansel membuka penjaringan selama dua minggu, sementara ditutup tanggal 3 pebruari, kata Pansel tinggal nyontreng-nyontreng, kemudian diumumkan hasilnya tanggal 6 pebruari. Hanya 3 hari menentukan Direksi perusahaan yang asset-nya 200 Miliar lebih. Apakah bisa dipertanggungjawabkan,” tanda tanya besar Asda.

Dirinya mengharapkan, jika para calon kandidat direksi dapat dipublish beserta background-nya masing-masing, itu akan lebih dinilai transparan. Terlebih banyak anggapan miring, sebab tertutup dari publikasi terkait mekanisme seleksi.

Baca Juga :  Sigap, Tangkal Aksi Kejahatan Jalanan, Satlantas Polres Karawang Gelar Patroli Prekat

“Ada rumor di luar, Pansel ini jagoan tidak transparan terhadap masyarakat, kepada Perwakilan Rakyat saja tidak terbuka. Yang akhirnya menjadi rumor di lapangan kalau ada yang ‘dijagokan’ dalam seleksi tersebut,” pungkasnya.

Facebook Comments