Scroll untuk baca artikel
Berita

Geger, Diduga Usai Santap Makanan Hajatan, Ratusan Warga di Bandung Barat Keracunan

123
×

Geger, Diduga Usai Santap Makanan Hajatan, Ratusan Warga di Bandung Barat Keracunan

Sebarkan artikel ini
ilustrasi keracunan (foto; media Lampung)
ilustrasi keracunan (foto; media Lampung)

Triberita.com, Bandung Barat –

Geger, ratusan orang warga Desa Wangunsari Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat diduga keracunan makanan, usai menyantap hidangan dalam acara hajatan yang digelar oleh salah satu warga setempat, Senin 27/2/2023.

Informasi yang dihimpun, dugaan kuat keracunan massal ini berawal warga mendatangi pesta pernikahan yang digelar oleh salah seorang warga pada Sabtu 25 Februari 2023.

Awalnya, usai menyantap hidangan tersebut warga tidak merasakan efek apa-apa, tetapi mulai merasakan di hari Minggu dan Senin 27 Februari sekitar pukul 13:30 – 02:00 WIB.

Ketua RW 05 Ineu Rostianeu mengatakan, warga mulai keluhkan gejala keracunan seperti pusing, mual, muntah-muntah maupun buang air secara tidak normal.

“Dengan adanya aduan beberapa warga yang terindikasi keracunan makanan baik orang dewasa maupun anak-anak setelah dari acara pesta pernikahan di wilayah RW 05 Desa Wangunsari,” katanya kepada Triberita.com.

Ia menjelaskan, setelah mengetahui hal tersebut, pihaknya langsung mendatangkan petugas puskesmas Lembang untuk kemudian diadakan pengecekan makanan ke lokasi pesta pernikahan tersebut.

“Dan dilakukan pengambilan sampel makanan untuk di uji lab, sekarang kami semua menunggu hasil lab dari sampel makanan tersebut,” jelaasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Wangunsari H. Diki Rohani menuturkan, warga mulai merasakan gejala mual, diare, dan muntah-muntah pada, Senin (27/2/2023) dan harus mendapat penanganan medis di beberapa tempat seperti di Masjid Jami Al-Hudaya, RSUD Lembang, dan rumah sakit swasta.

“Meningkatan kasus kejadian diare sampai pukul 22.00 WIB, di RW 05 Desa Wangunsari yang diduga akibat keracunan makanan (dari hajatan) petugas dan pihak pemerintahan desa menerima laporan adanya, peningkatan kasus keluhan BAB terus menerus, muntah mual pusing juga lemas,” bebernya.

Baca Juga :  Dugaan Penyelewengan Kewenangan, Kepala Kanwil Kemenag Banten Dilaporkan ke Kejati

Dijelaskannya kembali, tindakan yang sudah diambil yaitu Penyelidikan Epidemiologi dan pengambilan sampel makanan, jumlah sementara warga yg di tangani di posko darurat sebanyak 146 orang besar kemungkinan akan terus bertambah,

“Berobat ke klinik swasta sebanyak 31 orang, dirujuk ke RSUD Lembang 12 orang sedangkan yang dirawat 5 orang dan ada juga yang dirawat di Rumah Sakit Advent 1 orang, juga yang di Rumah Sakit Salamun 1 orang atas permintaan sendiri,” tandasnya.

Facebook Comments
Example 120x600