Scroll untuk baca artikel
BeritaBisnisEkonomi & BisnisPendidikan

Hamaren Education Center Lakukan Interview ke 18 Siswa SMK di Subang untuk Diberangkatkan ke Jepang

307
×

Hamaren Education Center Lakukan Interview ke 18 Siswa SMK di Subang untuk Diberangkatkan ke Jepang

Sebarkan artikel ini

Triberita.com, Subang – Hamaren Education Center melaksanakan interview kepada 18 siswa SMK Negeri 2 Subang, untuk diberangkatkan ke Jepang.

Managing Director PT Handex, Masahide Goto menjelaskan, pihaknya melaksanakan interview untuk rekrutmen dalam program pemagangan untuk bekerja di perusahaan Handex di Jepang.

“Jadi untuk hari ini, kami melaksanakan interview yang mana untuk rekrutmen dalam program pemagangan nanti akan ada 5 orang untuk program pemagangan dan juga tokutei gunou. Tokutei gunou itu pekerja dengan berketerampilan khusus ya, yang mana nanti kami harapkan bisa bekerja bersama kami di Jepang untuk belajar terkait kemampuan, keahlian dan hal-hal lainnya untuk bergabung diperusahaan kami di perusahaan Handex,” ujarnya sebelum melaksanakan interview di SMKN 2 Subang, Desa Sukasari, Kabupaten Subang, Selasa (16/05/2023) pagi.

Untuk wilayah kerjasama dan kolaborasi dengan sekolah di pulau Jawa, dirinya mengatakan, di Jawa Barat kita bekerja sama dengan dua SMK, yaitu SMK Negeri 2 Subang dan SMK NU Kaplongan di Indramayu.

“Itu untuk di Jawa Barat, kalau di Jawa Tengah kita bekerjasama dengan SMK Wisudha Karya Kudus, kemudian Jawa Timur kita bekerjasama dengan SMK Mitra Sehat, dan yang di luar pulau Jawa, yaitu di Bali untuk perhotelan,” jelasnya.

Selain itu, Goto mengatakan, untuk sementara karena kita lingkupnya masih sekitar Jawa dan Bali saja, karena jauh ke pulau-pulau lain di indonesia kita masih belum mampu untuk men-supply SDM-SDM kita untuk guru maupun staff-staff.

“Salah satu yang menjadi dasar kami memilih adalah indonesia ini orang-orangnya suka dengan jepang, kemudian indonesia adalah bagian dari  pada negara-negara yang masih berkembang dan kelak akan menjadi negara maju untuk itu kami, Handex, itu mengambil pekerja-pekerja muda dari Indonesia, Bangladesh, Uzbekistan, dan dari Vietram,” kata Goto.

Baca Juga :  Kapolri Sebut Densus 88 Pantau Pergerakan Teroris Jelang Pemilu 2024

Jadi, ada kaitannya dengan investasi Jepang ke Indonesia. Selain itu, ada kondisi dari pada pekerja-pekerja angkatan kerja di Jepang yang semakin menurun dari tahun ke tahun, dimana ada 60.000 pekerja di Jepang saat ini. Itu pun nanti akan berkurang separuh di 20 tahun yang akan datang, sehingga pengurangan penurunan angka kelahiran akan mengurangi angkatan kerja di Jepang.

“Jadi, harapan kami Indonesia-Jepang menjadi partner yang semakin erat. Selain itu kami Handex group bersama dengan Indonesia itu bisa menjadi partner yang erat, sehingga kami akan terus melakukan rekrutmen orang-orang Indonesia, pemuda-pemuda Indonesia,” ucapnya.

“Selain itu, dalam perekrutan siswa ke Jepang atau secara umum, tidak ada batasan kepada anak-anak milenial saja, siapapun yang sudah berumur pun yang mempunyai keinginan yang kuat untuk bekerja di Jepang dan bergabung dengan kami, kami akan mempertimbangkan untuk merekrut,” tutup Goto.

Sementara itu, Director of Subang JLC Hamaren Corporation, M Abas Ridwan menambahkan, dalam rangka penerimaan calon tenaga kerja Indonesia, khususnya dari Subang untuk bekerja di perusahaan di Jepang, untuk kali ini adalah perusahaan Handex.

“Dan ini kali pertama di sekolah ini bagi perusahaan Hamaren di Subang yang bisa melatih dan pada saat interview bisa meluluskan 5 orang, namun dengan begitu, apabila secara keseluruhan dari calon tenaga kerja yang diberangkatkan ke Jepang untuk bekerja di sana oleh Hamaren, ada sekitar 400an,” ujar bagi pria yang bekerja di KBRI untuk Tokyo ini.

Menurutnya, program ini sangat baik, karena menunjang program pemerintah untuk mengisi lowongan kerja di luar negeri. Karena di samping bekerja, di Jepang itu sangat ketat disiplinnya, budayanya sangat tinggi, sopan santunnya juga sangat baik sekali.

Baca Juga :  PT. Handex Dukung Indonesia - Jepang Menjadi Partner Ekonomi Yang Semakin Erat

“Jadi, di samping bekerja juga mereka akan belajar banyak hal di Jepang,” pungkasnya.

Facebook Comments